Selasa, 20 Oktober 2015

Evaluasi Setahun Kepemimpinan Jokowi-JK, Mahasiswa Kepung Istana Negara dan Gedung DPR/MPR


JAKARTA – wartaekspres.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen akan menyerukan aksi kepung Istana Negara yang betemakan Aliansi Tarik Mandat Presiden Jokowi-JK, dalam rangka Gerakan 30 September PKI ( G30SPKI ).
 
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IIM), Beni Pramula juga mengajak seluruh elemen anak bangsa untuk melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, dilanjutkan dengan long much ke Gedung DPR/MPR.

Sebagai informasi, elemen yang ikut serta dalam unjuk rasa diantaranya, LMPN, Yakorma dan lainnya. Belum puas menyerukan aksinya di Istana Negara, mahasiswa melajutkan aksinya ke Gedung DPR/MPR.
Mahasiswa bergerak dari Istana Negara pukul 12.00 WIB, sampai di depan Gedung DPR/MPR pukul 14.00 WIB, langsung menjutkan orasinya, antara lain, 1. Membangun kedaulatan ekonomi bangsa, sesuai Pancasila dan UUD 1945. 2. Tolak perpajangan kontrak PT. Freeport. 3. Secepatnya untuk menangi darurat asap di Sumatera dan Kalimatan. 5. Mahasiswa miminta Jokowi-JK turun dari jabatannya.

Pada awal unjuk rasa berlangsung kondusif, beberapa perwakilan dari mahasiswa masuk ke dalam gedung untuk menjemput salah satu perwakilan dari anggota DPR/MPR untuk menemui masa mahasiswa.

Setelah 30 menit perwakilan mahasiswa keluar gedung dan langsung manyampainkan hasil pertemuan di dalam gedung kepada mahasiswa yang lain, bahwa perwakilan dari anggota DPR/MPR tidak ada yang bersedia menemuinya.

Suasa mulai mencekam dan sebagian mahasiswa mulai membakar ban bekas dan spanduk sebagai tanda kecewainnya. Polisi pun langsung memadamkan api dengan nyemprotak air dari kendaran water kanon. Mahasiswa pun mundur dan membalas dengan melempari batu, batang bambu dan botol air meneral.

Situasi kebali setelah salah satu perwakilan dari anggota DPR Fahri Hamzah mendatangi ratusan mahasiswa. Dalam keterangannya Fahri Hamzah menegaskan kepada mahasiswa, bawah DPR telah membentuk beberapa Pansus, salah satuny Pansus Angket Pelindo II untuk memastikan, apakah Presiden dan Wakil Presiden terlibat di dalamnya. DPR juga akan membentuk Pansus buat atasi asap, tentang para pemabakar hutan harus diperiksa.

Fahri Hamzah juga meninta, agar mahasiswa tidak milih jalan pintas yang berdarah, tetapi menempuh jalur demokrasi yang nantinya tindak merugikan kedua belah pihak. Akhirnya mahasiswa pun membubarkan diri dengan tertib. (Agus Triyatno)
Baca: wartaekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar