Jumat, 12 Agustus 2016

Peluncuran Buku Biografi Bapak Kapolri Jendral Raden Said Soekanto Tjakrodiatmodjo



JAKARTA – wartaekspres.com - Polri meluncurkan buku biografi Bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Soekanto menjadi Kapolri pertama yang menjabat pada tahun 1945 hingga 1959.

Peluncuran buku ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Penulisnya dua orang, yaitu mantan Kapolri Jenderal Awaluddin Djamin dan sejarawan dari UI Ambar Wulan. Soekanto merupakan pendiri, peletak dasar administrasi dan hal lainnya dalam institusi kepolisian.

Ambar mengatakan, bahwa Soekanto memimpin Polri saat dalam situasi perang, sebab Belanda kembali ingin menguasai Indonesia melalui upaya agresi militer. Selain itu, Polri juga bertugas memberikan keamanan bagi masyarakat.

“Dulu, dalam situasi perang, lalu apakah berarti tak ada kriminalitas? Saat itu, kriminalitas juga tidak normally, tapi juga diciptakan Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Bagaimana Pak Kanto membawakan ini bisa melaksanakan fungsi Polri secara profesional,” ujar Ambar

Selain suasana perang, suasana perpolitikan dalam negeri juga luar biasa pasca merdeka. Masa kepemimpinan Soekanto lebih banyak diwarnai situasi tata kenegaraan yang parlementer.

Namun, Soekanto masih dipercaya memimpin Polri hingga tahun 1959 meskipun posisi Perdana Menteri saat itu jatuh bangun dan berganti.

Ini sebuah keteladanan yang saat ini masih sangat relevan, bagaimana membawa polisi ini tidak berpolitik praktis, tapi polisi harus tahu politik, karena polisi ada di dalam masyarakat.

“Keteladanan lain juga, dalam 14 tahun memimpin, dia (Soekanto) tidak punya apa-apa. Hingga akhir hidupnya dia tinggal di salah satu rumah di Kompleks Polri Ragunan. Inilah nilai yang sangat relevan,” urainya.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Soekanto memulai tugas sebagai Kepala Kepolisian dari nol serta tidak ada kantor maupun staf yang membantu.

Tugas pertama dari Presiden Soekarno saat itu adalah mengubah dari mental kepolisian kolonial menjadi Kepolisian Nasional.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli mengatakan, Soekanto membangun organisasi Polri dari tingkat Mabes hingga Polsek. Satuan Polisi Perairan, Polisi Perintis, Polisi Udara, Polisi Lalu Lintas, laboratorium kriminal NCB Intepol hingga mengembangkan Polisi Wanita juga merupakan bentukan Soekanto.

Ini senada dengan ucapan Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng yang mengatakan, “tanpa RS Soekanto tidak mungkin ada Polri seperti sekarang ini,” kata Irjen Pol Boy Rafli. (Sri S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar