Selasa, 03 November 2015

Delapan Petani Tapango Ditangkap, Aktivis Makassar Ancam Kepung Polda Sulselbar


Tamrin M. Arlink sedang orasi saat aksi unjuk rasa (Foto: Ilustrasi)
POLMAN – wartaekspres.com - Polisi Resort (Polres) Polewali Mandar, telah menangkap delapan petani asal Kecamatan Tapango. Penangkapan ini akibat dari aksi pengrusakan sejumlah pipa PDAM sebagai buntut dari kekesalan warga tani di daerah ini.
 
Kekecewaan petani yang berujung pada pengrusakan sejumlah pipa PDAM tersebut diakibatkan karena keresahan mereka atas tindakan pihak PDAM Polewali Mandar yang ngotot membangun instalasi perpipaan yang telah merugikan sawah para petani di daerah ini.

"Sebenarnya sejak tahun 2011, masyarakat sudah mulai protes, ini karena sawah mereka mengalami kekurangan air sebab pihak PDAM mengambil alih sumber air yang ada di sana. Nah para petani ini kemudian protes ke pemerintah, termasuk ke DPRD tapi tidak ditanggapi. Karena sudah tersulut emosi, maka warga merusak sejumlah pipa. Ada yang dibakar dan sebagian dipotong, karena itulah delapan warga ditangkap," terang Adul salah seorang warga Tapango, Polman Sulbar kepada wartawan, Selasa (3/11/2015) via telepon seluler.

Adul yang juga Ketua Aliansi Peduli Tapango mengatakan, pihaknya telah berusaha agar polisi segera membaskan petani yang telah ditahan atas kasus ini. Hal itu karena dinilai tidak fair. Pihak kepolisian sudah membebaskan empat orang petani yang ditangkap, sehingga empat sisinya masih mendekam di sel tahanan Polres Polman.

Hingga berita ini dirilis, perjuangan para petani dan kelompok-kelompok organisasi masyarakat terus bergelora menyuarakan pembebasan empat petani Tapango yang masih ditahan polisi Polres Polman tersebut. Aliansi Peduli Tapango sebagai salah satu organisasi adhooc yang lahir atas insiden ini terus menyuarakan gelombang aksi unjuk rasa di gedung DPRD Polman.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar