Rabu, 23 Desember 2015

Seminar Kebangsaan “Aktualisasi Pancasila Di Tengah Kehidupan Global”


BEKASI – wartaekspres.com - Ketua Majelis Kebangsaan Pancasila Panji Nusantara (MKPPN) Slamet Subijanto, mengajak masyarakat, khususnya para mahasiswa berani menegakkan sistem Pancasila. Pancasila sebagai falsafah bangsa merupakan sumber kebenaran di Indonesia,” kata Slamet Subianto saat menjadi keynote speaker Seminar Kebangsaan dengan tema “Aktualisasi Pancasila Di Tengah Kehidupan Global" pada Selasa (22/12/2015), bertempat di kampus Unisma, Bekasi, Jawa Barat.

Slamet Subijanto juga sempat memimpin peserta seminar secara bersama-sama, untuk bersumpah setia kepada Pancasila. ”Aku bersumpah demi Negeri ini, (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ; 1. Kami Bangsa Indonesia, ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Kami Bangsa Indonesia, ber-Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. 3. Kami Bangsa Indonesia, menjunjung tinggi Persatuan dan Kesatuan Indonesia. 4. Kami Bangsa Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 5. Kami Bangsa Indonesia, ber-Keadilan Sosial bagi seluruh Bangsa Indonesia.”

Laksamann Purnawirawan yang juga mantan Kasal di era Presiden SBY ini mengingatkan para peserta,  bahwa saat ini sedang terjadi penjajahan sistem dan moral bangsa Indonesia melalui media elektronik/cetak dan kecanggihan teknologi yang modern. Tujuannya agar Bangsa Indonesia, menjauhi ajaran Pancasila. Sebab Pancasila selain sumber kebenaran bagi bangsa Indonesia, juga merupakan sumber moral bagi bangsa Indonesia. Sehingga, bangsa-bangsa asing saat ini giat melakukan penjajahan ideologi bangsa Indonesia, kata Slamet.

“Kalau moral bangsa Indonesia hancur, maka bangsa Indonesia melupakan Pancasila. Saat itulah, dengan mudahnya bangsa-bangsa asing menjajah, memecah belah dan menguasai perekonomian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Slamet.

Karena itu, Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) RI, sebagai majelis yang mewakili seluruh reprentasi rakyat Indoenesia. Dalam mengambil setiap keputusan harus selalu sesuai Pancasila, yaitu Musyawarah Mufakat. Dan MPR RI juga harus diisi perwakilan-perwakilan sesuai lima sila pada Pancasila, yakni sila pertama diwaikili kaum agamawan, sila kedua diwakili kaum ilmuwan, Sila ketiga diwakili oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), sila keempat diwakili oleh para pemangku adat, yakni Raja dan Sultan dan sila kelima diwakili oleh kaum profesional seperti wartawan dan buruh.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar