Jumat, 16 Oktober 2015

Logos Nilai KPU Majene Tidak Siap Laksanakan Debat Kandidat


MAJENE – wartaekspres.com - Pelaksanaan debat kandidat pilkada Majene yang akan berlangsung besok, Sabtu (17/10/2015), menuai kritikan pedas dari LSM Logos Research and Consulting. Direktur Logos, Maenunis Amin kepada wartaekspres.com mengatakan, bahwa kesiapan KPU Majene dalam pelaksanaan debat paslon Bupati-Wakil Bupati Majene tidak maksimal.

"Logos nilai, KPU tidak siap laksanakan debat, alasannya karena debat ini hanya akan menjadi konsumsi sekelompok kecil orang saja. Hanya paslon dan 40 orang anggota tim suksesnya yang bisa menyaksikan. Karena hanya mereka yang bisa masuk gedung, padahal ini kan salah satu barometer masyarakat untuk menentukan pilihan politiknya," sebut Maenunis.

Lebih lanjut, Direktur Lembaga Kajian dan Riset Politik Logos Sulbar ini mengatakan, seharusnya KPU Majene melakukan upaya agar masyarakat luas bisa menyaksikan debat Pilkada Majene lebih nyaman.
"Jangan dong, hanya orang yang hadir dalam gedung yang tahu bagaimana calon pemimpin mereka menyampaikan gagasan dan visi-misinya, KPU bisa diprotes masyarakat itu," lanjut bos Logos yang juga Pimred Tabloid Polika Sulbar ini.

Bukan hanya Logos, protes yang sama juga dilayangkan LSM Laskar Desa Sulbar. Ketua Umum Laskar Desa Sulbar, Suharno, menilai kerja KPU dalam pelaksanaan debat paslon tidak profesioanl. Menurut Suharno, KPU sebaiknya melakukan upaya penyebaran informasi ke publik agar masyarakat tahu calon pemimpinnya.

"Menurut saya ini merupakan pelanggaran pilkada karena tidak memberikan hak-hak informasi ke publik. Adakah aturan seperti itu melakukan pembatasan informasi kepada masyarakat, kalau ada dimana saya mau pertanyakan," kata Suharno.

Menanggapi hal ini, komisioner KPU Majene Arsalin Aras mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan upaya dalam hal penyebarluasan informasi debat pilkada ini. Menurutnya, lembaganya sudah menjalin kerjasama dengan TVRI Sulbar untuk menayangkan pelaksanaan Pilkada di Majene.

"Pihak KPU sudah lakukan kerjasama dengan TVRI untuk penayangan debat, hanya saja siaran TVRI Sulbar jangkauannya tidak sampai ke Majene," sebut Arsalin.

Arsalin menambahkan, di Majene tidak ada stasiun TV lokal yang punya hak siar, sehingga tidak bisa dimaksimalkan penanyangan debat paslon ini.

"Di Majene ini tidak ada stasiun TV yang punya hak siar. Ada TV kabel, tapi saya tidak tahu ya apakah TVRI bisa koneksi kesana biar dapat disaksikan oleh masyarakat Majene, nanti dikonfirmasi ke TVRI," terang Arsalin.

Hingga berita ini dirilis belum ada kepastian dari pihak TVRI mengenai koneksi ke TV lokal Majene. Kepala bagian penyiaran TVRI yang dihubungi via ponselnya tidak memberikan jawaban karena HP-nya tidak aktif. (hm3)
Baca: wartaekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar