Minggu, 10 Januari 2016

Pemerintah Siap Berikan Identitas Bagi Anak dan Balita


SORONG – wartaekspres.com - Pemerintah pusat akan melaksanakan program untuk pemberian kartu identitas diri bagi anak-anak dan balita di seluruh Indonesia, sehingga anak-anak dan bayi yang baru lahir pun sudah mendapat identitas diri berupa kartu yang sudah dilengkapi dengan nomor kependudukan layaknya warga negara yang sudah berusia 17 tahun ke atas.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sorong, Abu Bakar Alhamid, S.Sos, M.Si saat ditemui media ini di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

“Kami masih menunggu kejelasan terkait dengan program pemberian nomor identitas kependudukan kepada anak-anak dan balita dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri,”    terang Alhamid.

Dikatakan Alhamid, kartu identitas anak dan balita yang akan diberikan pemerintah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sama seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga yang berusia 17 tahun ke atas namun namanya adalah Kartu Identitas Anak (KIA).

Lanjut Alhamid, apabila kartu ini sudah diberikan kepada setiap warga negara khususnya anak-anak dan balita berarti secara tidak langsung sudah menghilangkan image yang selama ini beredar di masyarakat, bahwa anak-anak ini belum dikatakan warga Negara Indonesia kalau belum berusia 17 tahun ke atas.

“Program ini sangat bagus karena sejak bayi warga sudah mempunyai nomor Kependudukan, jadi apabila akan tersebut bertumbuh menjadi besar dan berusia 17 tahun maka saat mengurus Kartu Tanda Penduduk Nomor Kependudukan yang akan dipakai adalah nomor identitas yang diberikan sejak lahir,” terang Alhamid.
 
Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Ikut Acara Pernikahan, Labora Tanpa Pengawalan Lapas Sorong


Sorong – wartaewkspres.com - Terpidana kasus pencucian uang dan illegal loging, Labora Sitorus saat mengikuti prosesi pernikahan anak perempuannya di Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Jemaat Imanuel Boswesen, Kelurahan Klasur, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong Provinsi Papua Barat tanpa ada pengawalan dari pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Sorong.

Dari pantauan media ini di lapangan, prosesi pernikahan yang berlangsung di Gereja GKI Imanuel Boswesen, Kota Sorong sangat hikmat tampak beberapa pejabat dari Pemerintah Daerah maupun TNI/ Polri hadir dalam acara tersebut.

Namun sangat disayangkan seorang Labora Sitorus yang adalah terpidana kasus pembalakan liar (illegal loging) dan kasus pencucian uang dalam acara ini tidak ada seorang sipir dari pihak Lapas sebagai institusi yang bertanggungjawab dengan keberadaan Labora Sitorus di luar lembaga pemasyarakatan Klass II Sorong.

Salah satu warga Kelurahan Rufei, Salahuddin Almady,  saat dimintai tanggapannya terkait dengan keberadaan Labora Sitorus yang berada dalam acara pernikahan anaknya tanpa pengawal dari pihak Lapas mengatakan, kalau sampai benar kondisi ini terjadi harus menjadi pertanyaan mengapa sampai bisa terjadi, keberadaan Labora Sitorus tanpa ada pengawalan dari pihak Lapas Sorong.

“Hal ini patut dipertanyakan mengapa sampai keberadaan Labora Sitorus yang berstatus sebagai terpidana kasus pencucian uang dan illegal loging dapat berkeliaran bebas di luar Lapas Klas II Sorong tanpa ada pengawalan dan pengawasan dari pegawai Lapas Sorong,” ujar Almady.  

Sementara Koordinator Wilayah LSM Laskar Anak Bangsa Anti Korupsi (LABAKI) Provinsi Papua Barat, Andrew Warmasen mengatakan, seorang terpidana apabila keluar dari Lapas harus mendapat pengawalan dan pengawasan ketat dari pihak Lapas Klas II Sorong Kepda Narapidana yang ijin keluar, karena semua tidak tahu kondisi yang akan terjadi karena setiap ada cela maka kesempatan untuk bertindak itu dapat terjadi sehingga pada Narapidana harus mendapat pengawalan ketat dari pihak Sipir Lapas.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

KPK Diminta Segera Usut Kasus Mega Proyek di Raja Ampat


RAJA AMPAT – wartaekspres.com - Masyarakat adat Suku Maya, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat akan melaporkan PT. Klanafat Putra selaku pemegang mega proyek pembangunan jalan lingkar di Waigeo hingga Waisai ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya proyek tersebut dalam pengerjaannya tidak berkoordinasi dengan pemilik hak ulayat dan yang lebih tragis lagi tidak ada ganti rugi kepada pemilik ulayat.

“Kami akan  laporkan PT. Klanafat Putera ke KPK,” kata tokoh perempuan suku Maya, Ludia Metansan kepada media ini via ponselnya Sorong-Waisai.

Menurut Ludia, proyek yang menelan biaya kurang lebih 800 miliar rupiah ini telah terindikasi terjadi tindak pidana korupsi. Ia menyebutkan, dalam proyek tersebut tidak perah melibatkan masyarakat adat, terutama pemilik ulayat. Tak hanya itu, hutan di sekitar kawasan pembangunan jalan lingkar Waigeo juga rusak, padahal kawasan hutan di sekitar daerah itu merupakan wilayah hutan konservasi kabupaten Raja Ampat.

Lembaga adat masyarakat suku Maya Raja Ampat akan bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) segera melaporkan kasus tersebut ke KPK, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat untuk menindaklanjuti temuan itu.

“Semua bukti sudah ada dan jelas, kami sudah menyiapkan pengacara bersama aliansi masyarakat adat untuk melaporkan hal ini ke KPK,” ujar Ludia

Proyek yang dikerjakan PT. Kalanaf Putra adalah milik salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Raja Ampat yang juga adalah kandidat Bupati Raja Ampat yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilukada Kabupaten Raja Ampat 2015, diduga telah merusak hutan konservasi dan tempat-tempat keramat milik Suku Maya.

“Kami sudah beberapa kali kami mendatangi DPRD Raja Ampat untuk melakukan protes terhadap kegiatan pembangunan jalan lingkar Waigeo yang melintasi tempat keramat kami,” katanya.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

DPD Partai Golkar Kota Sorong Gelar Musdis


SORONG – wartaekspres.com - Dengan berakhirnya perselisahan pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dengan dicabutnya Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Musyawarah Nasional (Munas) Ancol oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona Lauli, SH sehingga DPP Partai Golkar meminta, agar seluruh DPD untuk melakukan pembenahan internal partai.

Untuk DPD Partai Golkar Kota Sorong langsung melakukan konsolidasi untuk melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda), namun sebelumnya harus melaksanakan Musyawarah Distrik (Musdis) yang diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Komisariat Kelurahan (Komlur).

Namun pengurus DPD Pertai Golkar Kota Sorong oleh Drs. Lamberthus Jitmau, MM sekarang ini adalah pengurus revitalisasi sehingga masa bhaktinya sudah berakhir pada 31 Desember 2015 hingga pengurus Komdis dan Komlur pun ikut berakhir atau dimisioner. Berdasarkan keputusan DPP masa bhakti diperpanjang hingga batas waktu yang tidak ditetntukan namun dengan penegasan bahwa pelaksanaan Musdis harus dilaksanakan sebelum tanggal 10 Januari 2016.

Berdasarkan keputusan DPP tersebut maka pada tanggal 7–9  Januari 2016 bertempat di Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Sorong dilangsungkan Musyawarah Distrik dari 6 distrik yang ada di Kota Sorong yang dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong, Drs. Lamberthus Jitmau, MM.

Dalam tiga hari pelaksanaan berhasil memilih 6 Ketua Komdis dan 6 Sekretaris Komdis yang akan mengikuti Musyawarah Daerah Partai Golkar Kota Sorong yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat guna memenuhi tuntutan DPP Partai Golkar.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Lima Kualitas Goresan Pensil



Oleh: Ronny Soenaryo
[Nasehat Dari Sebuah Pensil]
BERAU – wartaekspres.com - Percakapan seorang nenek bersama cucunya:
"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti cu,” ujar si nenek kepada cucunya.
Mendengar nasehat ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya,” ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil. “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

“Kualitas pertama: Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua: Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga: Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat: Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima: Adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.”

Baca juga di www.wartaekspres.com