Minggu, 14 Agustus 2016

Penipu Penjualan Kerbau Diringkus Polres Jakarta Barat



JAKARTA - wartaekspres.com - Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat telah berhasil mengamankan seorang tersangka dengan kasus penipuan penjualan kerbau berinisial A.S (50) di Joglo RT 04/03, Joglo, Kembangan, Sabtu (13/8/2016).

Kapolsek Kembangan, Kompol Aldo Ferdian menjelaskan, bahwa 13 November 2015 terjadi kesepakatan jual beli 7 ekor kerbau antara pelaku dan korban Abdul Somad dengan harga Rp 100 juta. Kemudian pada tanggal 16 November 2015 pelaku datang ke rumah korban, dan dilakukan pembayaran.

“Pelaku mengatakan akan merawat kerbau dan akan mengirimkan kerbau kepada korban saat menjelang Lebaran 2016, namun pelaku justru tidak bisa dihubungi,” tuturnya, Minggu (14/8/2016).

Aldo menambahkan, kemudian korban membuat laporan ke Polsek Kembangan, selanjutnya pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berhasil menangkap pelaku yang diketahui berasal dari Bogor.

“Setelah diinterogasi pelaku mengaku menjual sapi tersebut kepada pihak lain. Saat ditangkap petugas menemukan 1 lembar kwitansi pembelian 7 ekor kerbau,” pungkasnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pidana Penipuan dan Penggelapan Pasal 378 & 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (Viktor)

Dua Pendaki Bulukumba, Menikmati Matahari Terbenam Di Pantai Kata Pariaman



PARIAMAN – wartaekspres.com - Setelah sukses menggapai atap Sumatera, Gunung Kerinci dan mengunjungi Danau Gunung Tujuh, dua pendaki dari Bulukumba, Sulawesi Selatan bertolak ke Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Rencananya, kedua pendaki ini akan mendaki Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 Mdpl dan Gunung Singgalang yang berketinggian 2.877 Mdpl yang terletak di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. 
Sore kemarin (13 Agustus 2016) mereka telah tiba di Kota Pariaman dan menyempatkan singgah di Pantai Kata menikmati matahari terbenam. Kota Pariaman berjarak sekitar 56 Km dari Kota Padang atau 25 Km dari Bandara Internasional Minangkabau.
Pantai Kata terletak di kawasan Taluk, Desa Karan Aur. Pemandangan indah juga dapat dilihat dari atas jembatan Siti Nurbaya atau Jembatan Mak Baya,
“Jika berkunjung ke Pariaman, jangan lupa mencicipi makanan khasnya, yaitu Sala Lauak, harganya murah dan bikin goyang lidah,” ujar Andi dalam rilisnya. (Galang Gemilang)

Menyepi Di Danau Gunung Tujuh, Danau tertinggi Di Asia Tenggara



KERINCI – wartaekspres.com - Setelah sukses menggapai puncak Gunung Kerinci, dua pendaki dari Bulumba, Sulawesi Selatan, Andi (freelance Bulukumba) dan Ajaff Deff (Kpa Pelangi Bulukumba) menyempatkan diri berkunjung ke Danau Gunung Tujuh yang berada di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi (9-11 Agustus 2016) lalu.

Dibanding mendaki Gunung Kerinci yang super berat, perjalanan ke Danau Gunung Tujuh terbilang mudah. Apalagi wisatawan yang sekedar ingin bersantai menikmati keindahan alam, Danau Gunung Kerinci layak masuk destinasi pilihan.

Danau yang diklaim sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara ini, memiliki panorama alam menakjubkan. Berada diketinggian 2.400 Mdpl, bisa dibayangkan betapa dinginnya air Danau Gunung Tujuh.

“Suasana yang disuguhkan benar-benar nyaman dan bikin tentram hati, lupa segalanya.Hamparan pasir di tepi Danau, seolah-olah kita berada di pantai dan pasti betah berlama-lama ditempat ini,” kata Andi.

Banyak pendaki mau pun wisatawan mendirikan tenda di pinggiran danau sembari menunggu matahari terbit. Pemandangan yang ditawarkan saat pagi hari benar-benar memukau mata, sangat menakjubkan dan membuat decak kagum. Bayangkan, ada tuju gunung cantik yang mengelilinginya, diantaranya Gunung Hulu Tebo, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, Gunung Jar Panggang, dan Gunung Tujuh.

Untuk mencapai Gunung Tujuh, ada dua rute yang bisa dilewati yaitu lewat pos penjagaan di kawasan Gunung Tujuh dengan jarak 3 Km dan dapat ditempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan. Sedang rute lain bisa lewat belakang Wisma Tamu Gunung Tujuh yang berjarak 2.5 Km dengan jalur yang sedikit ekstrim dan menantang.
Keindahan Danau Gunung Tujuh juga tak lepas dari mitos dua makhluk halus yang menyerupai manusia bernama  ''Lbhei Sakti dan saleh Sri Menanti'' yang menjaga kawasan ini dan mempunyai pengikut setia yang mirip harimau, hewan yang jadi maskot masyarakat di Pulau Sumatera.
Sebaiknya pendaki mau pun wisatawan menjaga sikap selama berada di kawasan danau ini, karena banyak kejadian aneh diluar akal sehat manusia yang kerap terjadi dan jelas membahayakan pengunjung.
Sebelum meninggalkan Danau Gunung Tujuh dengan segala mistik tak terselaminya, kedua pendaki ini membentangkan spanduk Warta Ekspres dan Wartapala yang menjadi media partner kegiatan mereka di Sumatera, juga spanduk Anak Kaki Gunung dan Akasaka outdoor Gear yang selalu mensuport kegiatan mereka. (Galang Gemilang)

Rumah Kreasi Indonesia Hebat Gelar Jalan Sehat



JAKARTA – wartaekspres.com - Melanjutkan rangkaian kegiatan Kampung Budaya Expo yang telah dilaunching kemarin, Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) pagi ini, Minggu (14/08/2016) menggelar Jalan Sehat yang berlangsung di Parkir Selatan GBK.

Jalan Sehat ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan masyarakat, ribuan peserta memadati lokasi kegiatan sejak pukul 06.00 WIB pagi.

Diawali dengan Lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Putri Julia, Wasekjen RKIH, Jalan Sehat dilepas langsung oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Raffi dan ditandai dengan penggelindingan Bola Raksasa Anti Narkoba.

Jalan Sehat ini merupakan salah satu lanjutan dari kegiatan Launching Kampung Budaya Expo dalam rangka HUT ke-2 RKIH. Pembukaan event ini berlangsung di Parkir Selatan Gelora Bung Karno pada Senin pagi (13/08/2016) dengan mengusung tema “Masyarakat dan Polri Bersatu Bergerak Bersama Melawan Narkoba”.

Berbagai kegiatan dipersiapkan dengan meriah oleh panitia, diantaranya Bazzar, Stand UKM dan Artis, Panggung Hiburan yang menampilkan sederet artis ibukota dan Indi Band serta Campur Sari dan Wayang Kulit dengan Dalang Ki sunarto.

Ketua Umum DPN RKIH, Kris Budihardjo serta Ketua Panitia, Amel Petir yang mendampingi Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli dengan penuh semangat menyampaikan Salam Masyarakat Bebas Narkoba kepada seluruh hadirin yang tumpah ruah di lokasi kegiatan.

Putri Julia selaku Wasekjen RKIH yang ditemui di tengah kegiatan menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan Launching Gerakan Perlawanan terhadap Narkoba dengan skala nasional.

“RKIH akan menggandeng seluruh potensi elemen relawan untuk melakukan secara masif gerakan perlawanan terhadap narkoba ini di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Putri. (Viktor)

Calon Gubernur DKI Jakarta Rizal Ramli Ke Pasar Tanah Abang



Rizal Ramli yang disambut dan dielu-elukan warga di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Agustus 2016.
JAKARTA - wartaekspres.com - Rizal Ramli, pakar ekonomi Indonesia, akan maju sebagai Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 yang akan datang. Rizal, didaulat oleh para pendukung beratnya, untuk diajukan sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta lewat partai. Namun belum diumumkan, partai apa yang bakal mengusungnya.

Yang jelas, Sabtu, 13 Agustus 2016 siang, Rizal Ramli bersama Team Suksesnya telah melakukan Tour Anjangsana ke Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, berkaitan dengan rencana dicalonkannya sebagai Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, dalam pentas perhelatan akbar Pilkada DKI Jakarta  2017 mendatang.

“Kami optimis, Pak Rizal Ramli mumpuni untuk memimpin dan menata DKI Jakarta, agar tidak dicaplok oleh boneka asing yang dimainkan, buat menguasai Indonesia, lewat Ibukota NKRI sebagai pintu masuk bagi mereka, dalam bentuk penjajahan modern. Menguasai ekonomi, keuangan,sumber daya alam serta infra struktur keseluruh pelosok tanah air. Dana mereka sudah mengalir kesejumlah proyek vital yang mengorbankan wong cilik, sebagai tumbalnya. Kondisi tersebut harus cepat diakhiri, bila kita tak ingin terjerat lebih jauh dan dalam.” kata Alie Soetrisno Dipl. Ing, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Pijar  Keadilan,

Para tokoh pelaku bisnis Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat,
Dimana Pijar  Keadilan merupakan sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang sangat peduli terhadap keterpurukan, kesenjangan dan ketimpangan sosial yang menimpa kalangan arus bawah, terutama wong cilik yang selama ini, sejak Indonesia merdeka, belum pernah merasakan, apalagi menikmati arti serta makna kata kemerdekaan yang sejati, lanjutnya tegas dan lantang.

“Itulah sebabnya, kenapa kami minta Pak Rizal Ramli untuk bersedia kami tampilkan sebagai Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 yang akan datang, dengan harapan, dapat membenahi DKI Jakarta, supaya tak melupakan kearifan lokal yang telah mendarah daging dengan budaya ketimurannya yang sopan santun, tahu diri, tak meremehkan orang lain, apalagi menyombongkan keakuannya,” kilah anggota Perhimpunan Alumni Jerman itu,  didampingi H. Kemas Ola (Pak H.Ola) dan Yusuf sahabatnya, usai mendampingi Rizal Ramli jalan-jalan keliling Pasar Tanah Abang.

“Masyarakat perlu tahu, bahwa ketika Ahok maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, berpasangan dengan Jokowi yang sekarang menjabat sebagai Presiden RI, warga DKI Jakarta itu memilih Jokowi sebagai Calon Gubernur idolanya, bukan Ahok. Jadi, dia naik menggantikan posisi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, merupakan kecelakaan politik. Bukan sebuah pilihan rakyat. Begitu jadi Gubernur, rakyat pemilih Jokowi, justru digilas habis, jadi korban penggusuran, termasuk PKL (Pedagang Kaki Lima) di kawasan Kota Tua/Beos yang dulu pernah dibantu oleh Jokowi, sekarang justru diporak porandakan, hingga tenda lapak yang pernah dibangun dimasa pemerintahan Gubernur Jokowi tak bersisa lagi. Dana milliaran rupiah, terbuang sia-sia,” papar Yusuf mengungkap fakta di lapangan.

Team Sukses Rizal Ramli, dari kiri ke kanan : Alie Soetrisno, Abdul Karim Choiri, H.Kemas Ola dan Yusuf.
Tim Sukses Rizal Ramli akan terus bergerak menyuarakan gagasan idealismenya, agar Jawara andalannya, memperoleh do’a restu serta dukungan para pemilih yang menginginkan DKI Jakarta berada dalam kondisi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya, dalam tatanan yang bertumpu pada kearifan lokal dengan budaya adhi luhungnya. (Abdul Karim Choiri).