Jumat, 01 Januari 2016

Sani Ungkapkan Terima Kasih Ke Bupati Dan Komisi III DPRD Majene


MAJENE – wartaekspres.com - Di hadapan Bupati H. Kalma Katta dan Ketua Komisi III DPRD Majene Adi Ahsan, Marsani ungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang tulus atas perhatian dari Pemerintah Daerah setempat.

Marsani adalah satu dari delapan pelajar atau mahasiswa asal Majene yang mendapatkan beasiswa Pemerintah Daerah yang digagas melalui hak inisiatif Komisi III DPRD Kab. Majene sejak beberapa tahun lalu dan baru bisa terealisasi pada tahun 2016.

Ungkapan rasa syukur dan terima kasih Sani disampaikan dalam rangkaian acara penandatangan Nota Kesepakatan bersama (MoU) Pemda. Majene dengan pihak pemanfaat beasiswa daerah yang digelar, Kamis (31/12/2015) bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Majene.

“Jujur, dulu saya pernah lulus di Unhas di jurusan yang lebih bagus, namun karena masalah ekonomi pak, saya mundur dan mendaftar lagi di tempat yang lebih murah. Oleh karena itu, terima kasih banyak pak, Bapak Bupati, Bapak Ketua Komisi III dan semua yang hadir pada kesempatan ini. Atas bantuan ini, insya Allah akan memberi manfaat dan memotivasi kami untuk lebih maju lagi,” ungkap mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar ini dengan mata berkaca-kaca.

Didaulatt menyampaikan sepatah kata sebagai penerima bantuan Pemda, Sani mengaku sangat bangga, karena diberi apresiasi yang besar dari pihak pemerintah.

“Di luar sana pak, masih begitu banyak teman-teman kami yang punya nasib yang sama. Kami juga ingin sekolah, kami juga ingin memperbaiki masa depan dan kehidupan kami, tetapi dibatasi oleh kemampuan secara ekonomi. Semoga ini membawa manfaat yang besar dan kami bisa meraih harapan-harapan kami,” sebut Sani dengan tangis harunya.

Menyaksikan curahan gadis kelahiran Mosso Sendana ini,  Bupati Majene H. Kalma Katta mengaku bangga melihat anak-anak Majene yang kendatipun dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, namun ternyata bisa  menunjukkan prestasi yang gemilang.

“Tadi kita telah mendengarkan suara hati dari anak-anak kita, itulah potret masyarakat kita, tetapi mereka masih bisa berprestasi sampai ada yang punya IPK 3,90. Kedepan, insya Allah program ini akan berkelanjutan siapa pun pemimpinnya, akan dilanjutkan. Dan adaikata pendapatan daerah bisa lebih meningkat lagi, misalnya ya kalau kita benar-benar dapat terima pendapatan sumber daya alam dari Pulau Lerek-lerekang maka harus kita tingkatkan bantuan ini untuk anak-anak kita. Hal ini karena sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mencerdaskan bangsa khususnya untuk peningkatan SDM di daerah kita sendiri,” tegas Kalma menyambung curahan hati Sani.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Sejarah Kalimantan Utara dan Pembentukan Provinsi Ke 34


Kalimantan Utara – wartaekspres.com - Kalimantan Utara adalah bagian utara dari Pulau Kalimantan (Borneo) yang meliputi Sabah, Sarawak, Brunei dan Kalimantan Timur bagian Utara (Karasikan). Dalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara Pulau Kalimantan ini adalah wilayah pengaruh Kesultanan Brunei dan Kesultanan Sulu.

Raja pertama dari Kesultanan Bulungan yang berada di Kalimantan Timur bagian utara berasal dari Brunei. Namun pada masa Hindu wilayah utara Kalimantan Timur hingga sebagian Sabah merupakan bekas wilayah Berau.

Kalimantan Timur bagian utara merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan. Daerah Kesultanan Bulungan merupakan bekas daerah milik Kerajaan Berau yang melepaskan diri. Kerajaan Berau, menurut Hikayat Banjar termasuk dalam pengaruh mandala Kesultanan Banjar sejak zaman dahulu kala, ketika Kesultanan Banjar masih bernama Kerajaan Negara Dipa/Kerajaan Negara Daha.

Dalam tahun 1853, Bulungan sudah dimasukkan dalam wilayah pengaruh Belanda. Sampai tahun 1850, Bulungan/Kaltara berada di bawah Kesultanan Sulu. Pada tanggal 13 Agustus 1787, Kesultanan Banjar beserta vazal-vazalnya di Kalimantan jatuh menjadi daerah protektorat VOC Belanda, maka Kompeni Belanda membuat batas-batas wilayah di Borneo berdasarkan batas-batas klaim Kesultanan Banjar yaitu wilayah paling barat adalah Sintang dan wilayah paling timur adalah Berau (termasuk Bulungan & Tidung).

Sesuai peta Hindia Belanda tahun 1878 saat itu menunjukkan posisi perbatasan jauh lebih ke utara dari perbatasan Kaltim-Sabah hari ini, karena mencakupi semua perkampungan suku Tidung yang ada di wilayah Tawau.

Pembagian Wilayah
Kalimantan Timur bagian Utara atau Kalimantan Utara dibagi menjadi 5 wilayah yang masing-masing 1 kota dan 4 kabupaten yaitu :

Kota Tarakan
Kota Tarakan merupakan pusat perekonomian dan jasa terbesar di wilayah utara Kalimantan Timur dengan jumlah penduduk terbesar 239.787 jiwa pada tahun 2011 di pulau kecil dengan luas 250,80 km² dan kepadatan hampir mencapai 1.000 jiwa per km². Tarakan juga merupakan pusat transportasi udara maupun laut di Kalimantan Utara.

Bandar Udara Juwata merupakan bandar udara berstatus internasional terbesar di wilayah Kalimantan Utara dengan rata-rata penumpang per tahun mencapai 1 juta penumpang, dan Pelabuhan Malundung juga merupakan pelabuhan terbesar di Kalimantan Utara yang dikelola oleh PT. Pelindo IV. Kota Tarakan juga memiliki beberapa pelabuahan kecil lainnya seperti Pelabuhan Tengkayu I dan II serta Pelabuhan Ferry Juata Laut.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Sekilas Kaltim dan 10 Agenda Prioritas Pembangunan


KALTIM – wartaekspres.com - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu provinsi terluas, memiliki potensi sumber daya alam melimpah, dimana sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Sumber daya alam dan hasil-hasilnya sebagian besar diekspor ke luar negeri, sehingga provinsi ini merupakan penghasil devisa utama bagi negara, khususnya dari sektor pertambangan, kehutanan dan hasil lainnya.

Secara administratif, provinsi ini memiliki batas wilayah sebelah Utara berbatasan dengan Negara Bagian Sabah Malaysia Timur, sebelah Timur berbatasan dengan sebagian (12 mil) Selat Makassar dan Laut Sulawesi, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan, sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat serta Negara Bagian Serawak Malaysia Timur.

Kalimantan Timur memiliki luas wilayah daratan 198.441,17 km2 dan luas pengelolaan laut 10.216,57 km2 terletak antara 113º44’ Bujur Timur dan 119º00’ Bujur Timur serta diantara 4º24’ Lintang Utara dan 2º25’ Lintang Selatan.

Penduduk Kalimantan Timur tahun 2003 berjumlah 2.704.851 jiwa, tahun 2010 berdasarkan hasil sensus penduduk mencapai 3.553.143 jiwa. Dengan demikian dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kalimantan Timur meningkat sebesar 848.292 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya rata-rata 3,82 persen. Adapun komposisi penduduk menurut jenis kelamin pada tahun 2010 terdiri dari penduduk laki-laki 1.871.690 jiwa (52,68%) dan penduduk perempuan 1.681.453 jiwa (47,32%).

Seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah atas dasar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan pemekaran wilayah administrasi pemerintahan hingga tahun 2007 Provinsi Kalimantan Timur telah berubah menjadi 14 kabupaten/kota masing-masing empat (4) kota dan sepuluh (10) kabupaten dengan 140 kecamatan dan 1.445 desa/kelurahan. Dengan memiliki 10 agenda prioritas pembangunan, antaranya:

10 Agenda Pembangunan Kalimantan Timur
1.      Atasi pengangguran, karena di Kaltim jumlah angkatan kerja, dengan jumlah lapangan pekerjaan masih belum seimbang.
2.      Pembangunan infrastruktur perekonomian, terutama jalan, jembatan dan pelabuhan. Jalan Trans Kalimantan perlu segera dituntaskan, begitu pula pembangunan jalan kabupaten/kota.
3.      Pelaksanaan komitmen untuk mengalokasikan biaya pendidikan sebesar 20 persen (di luar gaji dan kesejahteraan guru), pencanangan wajib belajar 12 tahun serta pendidikan gratis.
4.      Penanganan banjir yang melanda Kota Samarinda, Balikpapan, dan kota-kota lainnya, terutama sepanjang daerah aliran Sungai Mahakam.
5.      Pemberdayaan ekonomi rakyat semakin ditingkatkan, terutama memperhatikan pada sektor riil, sektor informal dan UKM. Begitu pula perlunya mengurangi keterbatasan akses permodalan.
6.      Peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan kesejahteraan PNS / TNI dan Polri.
7.      Penyelesaian krisis energi, mengurangi ketimpangan antara ketersediaan tenaga listrik dengan kebutuhan tenaga listrik.
8.      Kemandirian/kecukupan pangan dalam rangka ketahanan pangan.
9.      Pembangunan kawasan wilayah perbatasan, kawasan pedalaman dan daerah terpencil. Satu hal yang perlu terobosan khusus, mengingat tingkat kemajuan yang dicapai pada saat ini relatif lambat.
10.  Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan memperbaiki iklim investasi.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Tiga WNA Tewas Korban Kecelakaan Di Wilayah Indonesia


JAKARTA - wartaekepres.com - PT JasaRaharja (Persero) Cabanag DKI Jakarta, tengah melengkapi data dokumen administrasi pembayaran Klaim Santunan Asuransi Sosial, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No 33 dan 34 Tahun 1964 yang diembannya.

Data dokumen yang dimaksudkan, adalah tentang identitas diri korban berikut daftar ahli waris yang berhak menerimanya, mengingat korban yang meninggal dunia itu, adalah Warga Negara Asing yang sedang beraktivitas di wilayah hukum NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Demikian diungkapkan oleh Muksin,  Kasubbag Pelayanan Klaim Santunan Asuransi Sosial, Kantor Cabang PT Jasa Raharja (Persero) DKI Jakarta, Rabu (30/12/2015), kemarin kepada wartaekspres.com di ruang kerjanya, setelah memperoleh ijin dari Samsudin pimpinannya, selaku Kabag Pelayanan Klaim Santunan.

Klaim Santunan bagi orang asing yang sedang melakukan aktivitas di Indonesia, baik berwisata, sedang bekerja atau berbisnis, apabila mengalami kecelakaan dalam perjalanannya menggunakan kendaraan bermotor, berplat Nomor Polisi Indonesia, berhak memperoleh jaminan Santunan Sosial sebagaimana diatur dalam UU No.33 dan 34 Tahun 1964 itu. Baik yang mengalami luka-luka ataupun meninggal dunia.

Tiga WNA (Warga Negara Asing) yang mengalami nasib naas tersebut, dinyatakan meninggal dunia, setelah diautopsi oleh pihak Rumah Sakit yang merawatnya, pasca kecelakaan terjadi. Dua orang korban kecelakaan tabrakan antara mobil Avanza No. Pol. B.1592 SFH, di Desa Ciampela, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dikendarai korban bernama Mohammad Hasraf Yaman (49) bersama rekannya bernama Bala Chandra (45), kedua korban berwarga Negara Pakistan, melawan bus Parahyangan bernopol: B 7210 YK, sekitar pukul 13.30 WIB.

Sedangkan korban kecelakaan lainnya, WNA (Warga Negara Asing) berasal dari Australia yang tewas akibat kesedot dan terhantam baling-baling kapal yang ditumpanginya secara bertubi-tubi, hingga tewas, di Laut Jawa, antara Kepulauan Seribu menuju Semarang.

Laporan Polisi menyatakan, bahwa korban saat itu melompat dari kapal yang ditumpanginya, bermaksud hendak menolong awak kapal yang terjatuh ke laut. Namun sial, awak kapal yang kejebur ke laut tak tertolong, karena jasadnya hilang terbawa arus, sementara, warga Australia yang hendak menolong itu, justru kesedot dan kehantam baling-baling kapal hingga tewas.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com