Minggu, 13 Desember 2015

Umat Muslim Ikut Semarakkan Christmas @Boulevard 2015


MANADO – wartaekspres.com - Gelaran Christmas @Boulevard 2015 di Jalan Pierre Tendean Boulevard, Manado, Sabtu (12/12), benar-benar meriah. Event tahunan memeriahkan Natal yang dimotori Jemmy Asiku dengan itCenter-nya itu kemarin juga dihadiri umat Muslim di Manado.

"Kami dari Panti Asuhan An-Nur Manado mengucapkan banyak-banyak terima kasih, karena anak-anak sangat gembira dalam acara yang diselenggarakan itCenter ini," ujar Hadija Daeng Malura (53), satu di antara pengurus panti asuhan yang menemani anak-anak itu.

"Kami saling menghargai, dan inilah Torang Samua Basudara," jelas Jemmy Asiku yang kini tercatat sebagai Calon Wakil Walikota Manado.

Dia menambahkan, bahwa event ini sudah menjadi tradisi di Kota Manado dan ke depan bisa menjadi Karnaval Santa Claus yang selalu diperingati setiap tahun.

Event yang ke 7 ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Korem 131/Santiago, dan Polda Sulut.

Jemmy berencana tahun depan akan melaksanakannya kembali dan berusaha supaya lebih baik lagi.
Sebelum event yang dihadiri ribuan orang ini, disajikan beberapa paduan suara, Tarian Kabasaran, Tarian Maengket, rebana, dan lainnya.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Jalan Sentalar Tidak Mendapatkan Perhatian Pemerintah, Kampung Sentalar Terlantar


KUTAI BARAT – wartaekspres.com - Jalan Kampung Sentalar, Kecamatan Nuatan, Kabupaten Kutai Barat, merupakan permasalahan lama yang belum terselesaikan. Tahun 2013 yang lalu, warga adat Kampung Sentalar pernah menyampaikanya kepada pihak Pemerintah melalui Tim Investigasi LSM dan media, ketika tim tersebut melakukan kunjungan atas permintaan Warga Kampung Sentalar.

Nampaknya upaya Pemerintah kala itu yang akan merealisasikan di Tahun Anggaran 2013-2014 belum terealisasi dengan maksimal, sehingga di akhir tahun 2015 dimana bertepatan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, masyarakat mengadu kembali melalui Suara Aduan Masyarakat Kutai Barat, yang menilai bahwa jalan menuju Kampung Sentalar terlantar, yang membuat akhirnya masyarakat bersuara.

Ravino Geraldo, dalam akun Suara Aduan Masyarakat Kutai Barat menyebutkan, bahwa jalan ke Kampung Sentalar sudah lama terlantar. Dua kali pemimpin Kutai Barat berlalu, tapi kondisi jalan tetap tidak layak di lalui. Perlu pemerintah lihat jalan ke Kampung Sentalar yang melewati Kampung Dempar, layak kah, itu proyek pemerintah (proyek PU).

Muhammad Achmadie, Siapapun Bupati Kutai Barat yang terpilih. Tolong lihat juga jalan di Sentalar, Kec. Nyuatan, butuh perbaikan. Kalo nggak ada perbaikan. Lebih baik ganti nama kampungnya jadi Terlantar.
Ravino Geraldo, juga mengatakan, itu sudah permainannya pak, terlalu banyak aturan, sehingga pembangunan ke suatu daerah tidak terealisasi dengan tepat sasaran. KKN masih di angka persen tertinggi. Kelayakan pembangunan ke semua daerah yang melingkupi itu layak pak. Tapi apa akibat dari tindakan pemerintah yang tidak becus, masyarakat yang jadi korban. Apalah guna hukum dan petugas kalo premanisme tidak bisa diatasi.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Menuju Swasembada Pangan Dalam Tanam Padi Serentak Di Kediri


KEDIRI – wartaekspres.com - Kasdim Kediri, Mayor Arh Trijaka Ruhiyatna, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Sentot Jamaludin dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Imam Widodo Santoso serta Danramil Semen, Kapten Kav Puguh Bintarto, bersama-sama menanam padi di atas lahan seluas 4,6 hektar di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Minggu 13 Desember 2015.

“Kalau petani sudah termotivasi, PPL Pertanian telah mendorong semaksimal mungkin, seharusnya juga diikuti secara melebar dan kesamping, seperti Bulog sebagai tulang punggung kebutuhan pangan, secepat mungkin jemput bola, tidak hanya duduk diam lihat kanan kiri atas bawah,” kata Kasdim Kediri, Mayor Arh Trijaka Ruhiyatna (mewakili Dandim).

“Bukalah pintu dan jendela selebar mungkin kepada petani, jangan dipersulit atau dibuat bertele-tele, jangan diambil atau dirampas hak petani, sekarang ini sudah jaman otak berpikir tangan bergerak, bukan lagi jamannya kepala digaruk dengan tangan, karena pabrik obat gatal sudah banyak. Petani itu tulang punggung kehidupan kita, karena petani, kita bisa makan nasi sampai sekarang, kalau petani sudah tidak ada lagi, kita cuma bisa makan batu,” sambung Mayor Arh Trijaka Ruhiyatna. 



Baca selengkapnya di www.wartaekspresocm

PMP Upayakan Indonesia Jadi Tuan Di Lautnya Sendiri


Sebagai negara kepulauan yang memiliki kekayaan sumber daya laut berlimpah, Indonesia harus mampu mengelola sebuah sistem dalam menggeliatkan perekonomian dari bidang maritim. Baik sektor perdagangan, nelayan maupun wisatanya.

BANDA ACEH - wartaekspres.com - Ketua Bidang Poros Maritim Pemuda (PMP), Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Baharudin Farawowan, SH, MH mengatakan, momen peringatan HUT Hari Nusantara yang ke 15 di Banda Aceh ini merupakan saat yang tepat untuk memotivasi pemerintah dan seluruh lapisan pemuda yang ada di Indonesia untuk lebih peka dan memberikan perhatian khusus akan pentingnya dunia kemaritiman dan semua sistem pengelolaannya.

Seiring dengan Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia, Djuanda Kartawidjaja yang saat itu, menyatakan kepada dunia, bahwa keberadaan laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia yang menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Deklarasi Djuanda menyatakan, bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip Negara Kepulauan (archipelagic state) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antar pulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas.

Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No. 4/PRP/1960 tentang perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km2 menjadi 5.193250 km2 dengan pengecualian pulau Papua yang walaupun wilayah Indonesia tapi waktu itu belum diakui secara internasional.

Kemudian, pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Penetapan hari ini dipertegas oleh Presiden Megawati dengan menerbitkan Keputusan Presiden RI No. 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara, sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional tidak libur.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Pasca Pilkada, Ini Kegiatan Sehari-hari Ir. Lakhomizaro Zebua


GUNUNGSITOLI – wartaekspres.com – Setelah unggul dalam sistem penghitungan cepat (Quiek Count), calon Walikota Gunungsitoli, Lakhomizarom Zebua, lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga, dengan melakukan kegiatan rumahan.

Dari pantauan wartaekspres.com, Sabtu (12/12), adapun kegiatan rumahan yang dilakukan Lakhomizaro seperti menyapu halaman rumah, memberi makan hewan peliharaan, dan menyirami tanaman hias yang mengelilingi rumah.

Selain melakukan kegiatan rumahan, Lakhomizaro dalam menghabiskan waktu pasca pilkada lebih memilih berolahraga untuk menjaga kesehatan dengan bermain badminton di salah satu Hall yang terletak di Kota Gunungsiotoli.  

Sebelumnya, menurut hasil perhitungan cepat(Quiek Count) , dilakukan Badan Saksi Pemilu Nasional, BSPN, pasangan Lakhomizaro dan Sowa’a Laoli (LASO), yang diusung PDI-P, Hanura, PKB, dan PPP, unggul dengan perolehan 24.953 suara atau sekitar 46.8%.

Sementara pasangan incumbent, Martinus Lase dan Kemurnian Zebua, Makmur, yang diusung oleh Partai Demokrat, NasDem, dan PKPI, hanya memperoleh 19.021 suara atau sekitar 35.6%.

Serta pasangan Yuliaman Zendrato dan Ilham Mendrofa, Yul Ham, yang diusung Partai Golkar, Gerindra, dan PAN, harus puas dengan perolehan dukungan suara 9.400 suara atau sekitar 17.6%.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com