Jumat, 05 Agustus 2016

Polres Jakbar Bongkar Sindikat Narkoba Internasional




JAKARTA – wartaekspres.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar sindikat narkotika internasional. Petugas mengamankan anggota jaringan narkoba bernama Tono (37) yang menyimpan narkotika jenis sabu seberat 20 kilogram.

Tersangka diringkus aparat di apartemen Jalan Penerangan 5 No. 32 Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Kamis (4/8/2016) pagi.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto menjelaskan, bahwa proses penangkapan ini bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. Pihaknya terlebih dahulu menangkap pengedar narkoba yakni Suryono dan Alex di Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat.

Dari situ polisi mengarah ke bandar besar pemasok narkoba. Petugas mencermati rangkaian jaringan peredaran narkotika ini.

"Kami cari seorang pria yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang). Tapi pria itu belum ketemu dan sampai saat ini masih dilakukan pengejaran. Setelah mencarinya kami terus melakukan penyelidikan dan berhaail menangkap Tono. Mereka ini jaringan narkoba internasional," ujar Suhermanto.

Menurut Suhermanto, Tono ini merupakan kaki tangan dari seorang DPO yang tengah diburu polisi. Aparat menyita 20 bungkus besar plastik berisi sabu seberat 20 kg dari tangan sindikat narkotika ini. "Mereka mendapatkan barang ini dari Malaysia," ucapnya.

Ia menyatakan, bahwa jaringan ini begitu rapi dalam memainkan perannya. Sabu tersebut hendak diedarkan di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

"Dia (Tono) orang Medan, dapat barang dari Malaysia dan dibawa barang itu ke Jakarta. Kami masih menyelidiki kasus ini, dari mana barang itu bisa dikirim. Apa lewat dari jalur darat, laut, atau udara," kata Suhermanto.

Atas perbuatannya tersebut tersangka pun terancam dikenakan hukuman mati. Pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 Undang-undang narkotika nomor 32 tahun 2009, tutupnya. (Viktor)

Kamis, 04 Agustus 2016

Peningkatan Layanan Puskesmas Menjadi Perhatian Komisi D DPRD Karawang


H. Endang Sodikin, S.Pdi

KARAWANG – wartaekspres.com - Puskesmas adalah sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat baik perkotaan maupun pedesaaan, untuk itu diperlukan pelayanan yang optimal seiring dengan program pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan untuk pemerataan jaminan kesehatan untuk setiap warga negara Indonesia.

Hal ini menjadi sorotan dari Komisi D DPRD Karawang, salah satunya H. Endang Sodikin, S.Pdi usai Rapat Paripurna RPJMD yang memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait dengan pengoptimalan layanan puskesmas dari 6-7 jam kerja harusnya menjadi 24 jam kerja.

Dan yang menjadi perhatian pemerintah sampai saat ini, masih tingginya angka kematian ibu dan anak, ketersediaan sarana prasarana juga harus diperhatikan. Sebenarnya RPJMD ini merupakan instrumen hukum yang harus dijadikan acuan bagi SKPD untuk meningkatkan kinerja.

Perlu diketahui, syarat akreditasi puskesmas adalah perawat, sementara program pusat adalah hanya bidan dan dokter. Jadi kesimpulannya dikembalikan kepada pemerintah, dalam hal ini SKPD orientasinya untuk meningkatkan akreditasi atau untuk pelayanan.

Diharapkan, dengan adanya masukan dari Komisi D bisa menjadi perhatian pemerintah daerah memberikan solusi terkait dengan sarana prasaran puskesmas dan SDM, terutama puskesmas yang jauh dari perkotaan. (Saut/BS)

Bupati Karawang Monitoring Dusun Pisangan Pasca Banjir Rob



KARAWANG – wartaekspres.com - Pasca terjadi banjir rob yang terjadi minggu lalu, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana melakukan monitoring guna melihat kondisi pasca rob dan penanganan untuk meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh terjangan ombak laut di Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, pada Kamis (4/8).
Bupati Karawang menyampaikan kepada masyarakat yang terkena dampak tersebut, bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang menganggarkan kurang lebih 6,8 miliar rupiah untuk membuat pemecah ombak sepanjang 500 meter.
“Mudah-mudahan ini bisa sedikit untuk mengatisipasi bencana yang lebih besar lagi,” ungkap Cellica.
Guna menangani abrasi ini bisa mencapai 100 miliar rupiah, tentu itu semua tidak bisa dijalankan sekaligus, karena Pemkab Karawang masih banyak pembangunan yang lainnya seperti infrastruktur jalan.
Selanjutnya mengenai relokasi rumah warga yang rusak Bupati Karawang berencana akan menganggarkan untuk hal tersebut, agar masyarakat bisa mendapatkan rumah layak huni. “Sekitar 150 kepala keluaraga yang terkena dampak dari abrasi ini,” lanjutnya.
Bupati Karawang juga mengharapkan, pasca dibenahinya kawasan ini, ke depannya ingin dijadikan kawasan wisata air, agar menarik minat wisatawan dan menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar.
“Tetapi untuk kali ini diprioritaskan untuk penanganan abrasi lebih awal, dan akan bekerjasama baik dengan pemerintah provinsi ataupun pusat,” pungkas Cellica.
Pada kesempatan tersebut hadir mendampingi Bupati Karawang dari Kepala Dinas BMP Acep Jamhuri, BPBD Kabupaten Karawang, Camat Cibuaya, dan Kepala Desa Cemarajaya. (Red/Humas)

Bupati Karawang Apresiasi Beasiswa Pendidikan PT. HM Sampoerna



KARAWANG – wartaekspres.com – PT. HM. Sampoerna melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan “Sampoerna untuk Indonesia” bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation mengukuhkan komitmennya dalam membantu meningkatkan akses pendidikan berkualitas di Kabupaten Karawang melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi.
Kegiatan serahterima beasiswa ini dilakukan langsung oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana beserta Manager Plant PT HM Sampoerna, Hani Idajanti kepada perwakilan siswa-siswi bertempat di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (4/8).
Dalam sambutannya, Bupati Karawang menyampaikan, bahwa salah satu sektor yang paling utama adalah pendidikan, karena dari pendidikan pasti akan berimplikasi terhadap kehidupan.
“Kalau kita berbicara negara, dan keberadaan Karawang tentunya yang paling utama sektor pendidikan sehingga yang harus kita pikirkan adalah berbuat kebaikan untuk dunia pendidikan,” ujar Bupati.
Selanjutnya, mengenai hal kebijakan anggaran untuk dunia pendidikan, bahwa wajib untuk menganggarkan 20% dari anggaran yang dimiliki pemerintah daerah bagi dunia pendidikan.
“Karawang sudah mencapai 32 % surplus 12% dari anggaran yang seharusnya dialokasikan bagi pendidikan,” ungkap Cellica.
Pemerintah Kabupaten Karawang sudah mewajibkan untuk wajib sekolah 12 tahun, agar ke depannya bisa bersaing dengan Masyarakat Ekonomi Asean, karena tidak bisa dipungkiri. bahwa tantangan ke depan akan semakin luas lagi. Sehingga harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing di tingkat MEA.
Bupati Karawang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. HM Sampoerna yang sudah peduli dan menyumbangkan baik dari tenaga, pikiran dan materi terhadap dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Karawang.
Pemberian beasiswa berprestasi ini diberikan kepada 120 siswa-siswi yang tersebar di 17 SMA/SMK/Sederajat di Kabupaten Karawang dan berhak menerima 3 juta rupiah setiap siswa pertahunnya untuk dibelikan buku pelajaran, keperluan sekolah dan proses belajar lainnya. Hal ini disampaikan oleh Kadisdikpora Kabupaten Karawang H. Dadan Sugardan dalam laporannya.
Pada Kesempatan tersebut hadir Kadisdikpora Kabupaten Karawang H. Dadan Sugardan, perwakilan dari PT. HM. Sampoerna Tbk, perwakilan dari Putera Sampoerna Foundation. (Red/Humas)