Sabtu, 26 Desember 2015

Khaul Gus Dur Ke Enam di Hadiri Ribuan Santri


JOMBANG – wartaekspres.com - Malam ini, adalah puncak acara Khaul K.H Abdurrahman Wachid atau Gus Dur. Dua ribu lebih santri yang berasal dari sejumlah pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan beberapa daerah lainnya menghadiri acara khaul yang ke enam Presiden keempat RI tersebut.

Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, selain dihadiri Wakil Presiden Yusuf Kalla, para pejabat tinggi Jawa Timur, tokoh ulama, juga tampak perwakilan agama lain, seperti Kristen, Budha, Khong Hu Chu, dan Hindu.

Ketua Panitia, Gus Iskandar mengatakan, “Acara Khaul yang ke enam Gus Dur ini bertujuan mengingat  kembali perjuangan beliau semasa hidupnya, karena kita semua tahu beliau adalah sosok yang menjunjung tinggi nilai toleransi dengan agama lain, selain mengajarkan saling menghargai agama lain, Gus Dur juga mengajarkan kejujuran, tanggung jawab. Setiap tahunpun makam beliau masih didatangi jutaan peziarah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya Minggu, ( 26/12/2015).

“Dalam Khaul ini, panitia mengundang kurang lebih dua ribu orang, VIP 200-an,“ tambahnya.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

53 Warga UPT SP7 Tepian Baru Meminta KPPU/AE Kembalikan Sertifikat LU 2



Meminta Kapolda Kalimantan Timur Turun Tangan

KUTAI TIMUR – wartaekspres.com - 53 KK warga peserta transmigrasi Tepian Langsat di UPT SP 7 Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur sudah lebih 3,5 tahun memperjuangkan dan mempertahankan atas hak milik (SHM) Lahan Usaha 2 yang digunakan Plasma oleh PT Anugrah Energitama (AE), hingga kini (25 Des 2015).

Upaya mencari jalan keluar mendapatkan hak atas Lahan Usaha 2 (SHM) dikembalikan yang diambil oleh Koperasi Perkebunan Prima Utama (KPPU) tanpa persetujuan 53 KK UPT SP7 Tepian Baru, yang oleh KPPU di Mitra Plsma-kan dengan PT AE tersebut dinilai warga menyalahi aturan, mengingat belum adanya Perjanjian Kerjasama Notaris (PKN) sudah didorong/digarap oleh PT AE, sedangkan terkait dengan Memorandum of Under Standing (MoU) PT Anugrah Energitama (AE).

"Kami nilai sangat merugikan anggota peserta Plasma, karena tidak mengacu pada Program Revitalisasi. Untuk itu, maka kami 53 KK menolak, ini dapat kami buktikan dengan pernyataan penolakan kami pada perusahaan tertanggal 29 Januari 2011 yang lalu,” hal ini disampaikan oleh salah seorang warga (tokoh masyarakat SP7 Tepian Baru) berinisial SI pada wartaekspres.com, 25 Desember 2015.

Menurutnya, sejak penolakan itulah sudah mulai tidak kondusif di lingkungan peserta transmigrasi 53 KK UPT SP7 Tepian Baru, hingga munculnya berbagai macam intimidasi dan terror terhadap warga SP7 Tepian Baru, Kecamatan Bengalon yang membuat sebagian warga merasa terancam akibat intimidasi-intimidasi kala itu yang membuat ketakutan warga. Bahkan ada yang dibakar salah satu rumah warga UPT SP 7 yang hingga kini belum bisa bangun kembali, terangnya.

Untuk kesekaian kalinya, tidak ada henti-hentinya, ke 53 KK yang kini (12/15) tinggal 33 KK warga Satuan Pemukiman (SP7) Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim)  yang masih mempertahankan hak atas Lahan Usaha 2 (SHM), yang lainya ada yang ikut bergabung lantaran di bawah tekanan walaupun tidak jelas Mitra Plasma yang ditawarkan.

Baca selengkapnya di www.wartaeksprse.com

Proyek Kementerian PU Bina Marga ADM-Rantau Pulung Menuai Kontroversi



Jalan dan Jembatan Dinilai Tidak Berkwalitas

KUTAI TIMUR – wartaekspres.com - Poros jalan dan jembatan ADM-Rantau Pulung yang diperkirakan sepanjang 40 kilometer, yang hingga kini belum dapat diselesaikan, dikerjakan oleh pelaksana kontrak nomor 600.620/184/SPHS/PJL.AR/DPU-BM/DO 2012. Hampir 4 tahun berakir pekerjaan jalan dan jembatan ADM-Rantau Pulung yang tidak tepat waktu dan tepat mutu tersebut dikerjakan oleh PT Karyatama Nagasari dengan nilai kontrak Rp. 146.974.275.000, membuat kontroversi di tengah masyarakat khususnya para pengguna jalan poros ADM-Rantau Pulung.

Salah seorang warga pengguna jalan juga warga usaha di Rantau Pulung pada wartaekspres.com menerangkan, terhadap jalan dan jembatan poros ADM-Rantau Pulung sudah lama dikerjakan namun tidak selesai sesai dikerjakan, terutama jembatanya baru dibangun tanggu tiang jembatan kiri dan kanan, sedikitnya ada 4 titik jembatan yang belum dapat diselesaikan, kwalitas pekerjaanya pun perlu d pertanyakan, terang warga.

Sementara hasil perbincangan Tim LSM/LBH dan Media Group TOPAN-RI bersama Kementerian Pendidikan Luar Sekolah dan Ekonomi Kreatif Kerajaan Mulawarman dengan salah satu yang mengaku petugas keamanan atas proyek jalan jembatan yang dikerjakan oleh PT Karyatama Nagasari di Pantau Pulung tersebut, diakui lambat dan banyak masalah tanpa merinci satu perstu masalah yang dimaksudkan. Menurutnya sudah dilakukan Adendum ke 2 kalinya juga belum dapat diselesaikan.

Menanggapi persoalan yang disampaikan Tim Kerjanya.Direktur Eksekutif LSM/LBH TOPAN-RI Kaltim Kaltara, Achmadi RM,S.I.Kom ketika dikonfirmasi wartaekspres.com di Samarinda mengatakan, BPK-RI mestinya lebih pro aktif dalam melakukan monitoringnya terhadap pelaksanaan kegiatan yang menggunakan pembiayaan APBN.

“Sejauh ini kami sudah melakukan komunikasi dan konfirmasi pihak pelaksana, namun belum mendapat kejelasan lebih lanjut,” jelasnya.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Lahir Tanpa Anus, Bocah Malang Butuh Bantaun Untuk Operasi.


Junaedi (10) bocah malang yang lahir tanpa anus (Foto: Lukman Said)
MATRA  - wartaekspres.com - Nasib malang menimpa, Junaedi (10), bocah asal Desa Pajalele, Kecamatan Tikke, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) ini harus rela perutnya dijadikan tempat buang air besar (BAB), lantaran tak punya anus yang dialaminya sejak lahir.

Menurut keterangan Lukman Said, warga Matra yang menemukan bocah ini, Junaedi hendak dioprasi namun urung dilakukan lantaran belum cukup biaya, mengingat keseharian orang tuanya yang berprofesi hanya sebagai buruh tani di kebun kelapa sawit.

"Junaedi, umur 10 tahun yang lahir tak punya anus, terpaksa bab melalui usus yang keluar lewat pusat. Mohon peduli anak yang tak mampu ini, dia harus dioprasi, dia butuh biaya," kata Lukman Said via akun facebooknya.

Dihubungi via akun-nya, Lukman Said yang juga Ketua DPRD Mamuju Utara (Matra) ini mengaku, sangat prihatin atas nasib yang dialami bocah malang tersebut.

"Kami sangat prihatin apalagi ini terjadi di Matra, daerah kami. Sejak saya terima laporan masyarakat, kami langsung bergerak bersama kawan-kawan media, ini sudah kita mau buatkan rekening pelanggalangan dana. Dia harus dioprasi di RS. Wahidin Makassar," terang Lukman.

Baca selengkapnya di ww.wartaekspres.com

Libur Nasional Bersama Bagi Personil Jasa Raharja Justru Harus Beraksi Di Lapangan


JAKARTA – wartaekspres.com – Hari libur bersama, menyambut Natal, Maulud Nabi Muhammad SAW dan Tahun Baru 2016, formalnya, seluruh karyawan PT Jasa Raharja (Persero) secara nasional diliburkan. Namun, khusus pemberian pelayanan umum tugas lapangan, bagi karyawan PT Jasa Raharja (Persero), sudah menjadi kesepakatan mendarah daging, untuk tetap peduli serta pro aktif.

Sebagaimana motto yang dicanangkannya selama ini, yakni : Prime Servive ( Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati) terhadap makna serta hakekat yang terkandung melekat atas jatidiri profesionalisme pekerjaannya, yaitu melayani dengan ikhlas sepenuh hati. Maka, hari libur tersebut, justru merupakan saat kiprah aksi proaktifnya di daulat supaya ditampilkan di tengah-tengah keriangan masyarakat yang bersukaria menikmati liburannya, agar bisa memperoleh pelayanan dari personil Jasa Raharja.

Demikian dopaparkan H. Dedy Sudrajat, SH, MM Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) DKI Jakarta,  kepada wartaekspres.com ketika ditanya soal kemana acaranya dalam liburan kali ini.

Bagi karyawan PT Jasa Raharja, liburan ini formalitas administratif semata, sebab, saat liburan hari-hari besar semacam ini, kami justru harus berjaga-jaga, antisipasi segala kemungkinan, bahwasanya, warga masyarakat yang sedang menikmati liburannya, bersukaria, anjangsana ke sana-ke mari, mengunjungi sanak keluarga, handaitaulannya, relasi, atau bahkan, ke lokasi taman hiburan masyarakat, seperti berwisata ke pantai, menikmati pemandangan alam pegunungan dan lain sebagainya, jangan sampai mengalami musibah kecelakaan dalam berkendara, baik kendaraan pribadi atau angkutan penumpang umum, di darat, di laut, di udara, sungai, danau atau penyeberangan.

Lebih lanjut dikatakan, sebab, di situlah domain kami harus bertindak cepat, yaitu memfasilitasi mobil ambulan, pelayanan perawatan rumah sakit, bahkan, acap kali kami harus merawat jenazah korban kecelakaan, dalam pengertian, membiayai penanganannya dengan bekerjasama antar instansi terkait, seperti rumah sakit, kepolisian, pemda sampai ke tingkat camat, lurah/kepala desa hingga ketua RT-RW-nya.

“Supaya anggota keluarga korban, atau ahli warisnya, bisa mendapatkan santunan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, baik yang mengalami luka-luka, atau meninggal dunia, sesuai jenis dan criteria korban kecelakaan yang dialaminya,” ungkapnya serius.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com