Sabtu, 24 Oktober 2015

Montir Bengkel Tidak Sadar Ada Mayat dalam BMW


JAKARTA – wartaekspres.com - Wiliyanto (30) diduga tewas sejak 2 hingga 3 hari sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil BMW di Andri Motor Service pada Jumat (23/10/2015) lalu.
Untuk sementara, polisi merumuskan beberapa penyebab terjadinya hal tersebut.

Yang pertama, posisi mobil yang berada di pojok bangunan. Posisi ini membuat orang yang berada di sekitar lambat menyadari keberadaan jasad Willy.

"Mobil itu sudah lama ditaruh di situ. Posisi mobilnya ada di paling pojok. Sementara itu, ada 10 mobil lain di lokasi yang sama," kata Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Umar Faroq saat dihubungi, Sabtu (24/10/2015).

Kombes Pol Umar juga menyebut, mobil BMW itu dipasangi kaca gelap. Menurut Kombes Pol Umar, jasad Wiliyanto ditemukan seorang montir yang mencium bau tak sedap dari mobil itu.

"Setelah dibuka, ternyata korban sudah tewas di jok belakang. Awalnya tidak kelihatan karena kaca mobilnya gelap. Pas dilihat lebih dekat dan dibuka, ternyata ada mayat," ujar Kapolres.

Andri Motor Servis berlokasi di Jalan Pulo Asem Utara Raya, Pulogadung, Jakarta Timur. Wiliyanto diketahui merupakan adik dari pemilik bengkel tersebut.

Sehari-hari, Wilijanto tinggal di situ bersama dengan para montir. Semua montir yang bekerja di bengkel tersebut saat ini diperiksa polisi. Selain montir, polisi juga memeriksa keluarga dari Wiliyanto. (Red/Hms)
wartaekspres.com

Operasi Zebra, Pelanggar Terbanyak Mikrolet dan Motor


JAKARTA – wartaekspres.com - Dalam dua hari berlangsungnya Operasi Zebra 2015 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya, pelanggaran didominasi para pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor dan mikrolet. 

"Kebanyakan yang terjaring itu angkot yang pada ngetem. Ada juga yang melanggar rambu-rambu. Surat kendaraan juga tidak lengkap," ujar Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto saat dihubungi, Sabtu, 24 Oktober 2015.

Menurut data dari pihak kepolisian, 7.829 sepeda motor dan 1.517 Mikrolet terjaring operasi karena melanggar peraturan lalu lintas. Sedangkan itu, kendaraan bermotor lainnya yang juga ikut terjaring dalam operasi ini, yakni 1.203 kendaraan pribadi, 655 taksi, 421 kendaraan barang, 283 bus, dan 218 Metro Mini.

Dalam operasi yang berlangsung sejak 22 Oktober, jumlah pelanggaran yang terjadi adalah 12.126 pelanggaran. Sebanyak 8.571 pelanggaran di antaranya merupakan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas.

"Ada kendaraan yang melawan arus, menaikturunkan penumpang sembarangan, melanggar larangan berhenti dan parkir, dan lain sebagainya," ujar AKBP Budiyanto. 

Pengguna kendaraan yang tidak memiliki surat-surat kendaraan bermotor juga cukup banyak, yakni sebanyak 1.121 pelanggaran.

"Kalau pelanggaran-pelanggaran lainnya seperti tidak menyalakan lampu utama di siang hari, tidak memakai helm serta tanda nomor kendaraan bermotor tidak sesuai peraturan," kata AKBP Budiyanto.

Menurut AKBP Budiyanto, denda yang diberlakukan untuk para pelanggar peraturan lalu lintas tergantung pada pelanggaran yang dilakukan mereka.

"Kalau melanggar rambu-rambu, denda maksimal Rp 500 ribu. Kalau enggak punya SIM, Rp 1 juta. Kalau enggak mematuhi teguran petugas, Rp 250 ribu," ujar AKBP Budiyanto.

Akan tetapi, nantinya, denda yang dikenakan kepada pelanggar akan diputuskan hakim di dalam persidangan.

"Tergantung vonis hakim, bisa kurang dari ancamannya. Tapi kalau pelanggar meminta blanko warna biru, di mana denda ditransfer lewat bank, mereka akan membayar denda sesuai ancamannya," kata AKBP Budiyanto menjelaskan.

Selama 14 hari, tepatnya pada 22 Oktober hingga 4 November 2015, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra. Operasi tahunan ini dilakukan untuk menindak para pelanggar lalu lintas di jalanan Ibu Kota.

"Tujuannya yang jelas untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban dari para pengguna jalan, khususnya di DKI Jakarta," kata AKBP Budiyanto. (Red/Humas)
wartaekspres.com

Polisi Terus Buru Pelaku Pembakaran Lahan


KOTAWARINGIN TIMUR – wartaekspres.com - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus melakukan upaya untuk mengincar pembakar lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. 

"Kemarin kami melakukan gelar operasional tingkat polres diikuti seluruh perwira dan polsek-polsek. Saya menekankan untuk menangkap pelaku yang membakar lahan," kata Hendra di Sampit, Kamis. 

Kebakaran lahan masih marak di Kotawaringin Timur sehingga berdampak pada pekatnya kabut asap. Jajaran kepolisian hingga tingkat polsek terus mengawasi untuk berupaya menangkap tangan pelaku pembakaran lahan. 

Kendala yang dihadapi belakangan ini, lokasi kebakaran sulit dijangkau karena jauh dari badan jalan. Akibatnya kondisi ini juga menyulitkan polisi untuk menangkap tangan pelakunya. 

"Saat ini fokus memang agak berubah karena ditingkatkan untuk padamkan kebakaran lahan," jelas Kapolres. 

Saat ini sudah ada lima pelaku pembakar lahan diproses hukum karena tertangkap tangan saat membakar lahan. Bahkan sebagian dengan barang bukti seperti Bensin premium dan korek api. Kelima berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Empat pelaku diantaranya yaitu Kod (66) yang diamankan di Jalan Pemuda km 3,5 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Dul (80) diamankan di Jalan Samuda-Ujung Pandaran RT 14 Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kos (55) diamankan di UPT Embang Batarung Jaya Desa Kandan Kecamatan Kotabesi dan AM (48) diamankan di Desa Kuluk Telawang, Kecamatan Antang Kalang. Satu perkara lain merupakan penyerahan dari Brimob yang membantu penegakan hukum di lapangan. 

Sementara itu, ada tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diproses hukum oleh Polda Kalteng. Perusahaan tersebut adalah PT Makmur Bersama Asia di Kabupaten Kapuas, PT Antang Sawit Perdana di Kabupaten Pulang Pisau dan PT Globalindo Alam Perkasa di Kabupaten Kotawaringin Timur. (Red/Humas Mabes) 
wartaekspres.com

Anggota Polres Karawang Ditembak Begal di Bekasi


BEKASI – wartaeksprse.com - Aksi perampokan disertai kekerasan masih marak terjadi. Anggota Polres Karawang ditembak oleh begal yang hendak mencuri motor di rumahnya.
 
"Kejadian pagi tadi, di Jalan Arpen Kp Bojongsari RT 02/03, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedung Waringin. Korban Brigadir Oca Surdiharja," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi Kabupaten, Iptu Makmur saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2015).

Peristiwa terjadi ketika korban memergoki kawanan pelaku pencurian di rumah miliknya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

"Korban berkelahi dengan pelaku di teras rumah, saat korban hendak masuk ke dalam rumah korban untuk mengambil senjata korban ditembak oleh pelaku," papar Iptu Makmur.

Korban dibawa ke RS Gatot Subroto Jakarta. Proyektil milik pelaku masih tertancap di bagian dada sebelah kanan.

"Korban sendiri merupakan anggota Dalmas, sampai saat ini masih berada di rumah sakit. Barang bukti yang disita kunci leter C, gembok pagar dalam keadaan rusak," ujar Iptu Makmur.

Polres Karawang dan Bekasi Buru Penembak
Oca Suhiarja mengalami luka tembak dari senjata api pencuri yang menyatroni rumahnya. Anggota Polres Karawang berpangkat Brigadir itu tersungkur bersimbah darah. Polres Karawang bersama Polres Bekasi bergerak memburu pelaku.

"Saat ini Polres Karawang sudah berkoordinasi dengan Polres Bekasi Kabupaten untuk melakukan pengungkapan," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono dalam pesan singkat, Sabtu (24/10/2015).

Kondisi Oca saat ini kritis akibatpenembakan. Oca diboyong ke RSPAD Gatot Subroto untuk operasi thorax.
"Korban terkena tembak di punggung belakang kanan tembus sampai paru-paru," ujar Pudjo.

Penembakan berlangsung di tempat kediaman Oca, Jalan Arpen, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/10/2015), sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian tersebut, kata Pudjo, bermula saat Evi, istri korban, mendengar suara pintu gerbang rumah ada yang membuka.

"Saksi Evi (istri korban) langsung membangunkan korban. Lalu korban ke luar rumah. Korban berusaha menangkap dan mengejar pelaku. Namun korban terkena tembak," kata Pudjo. (Red/bs)
wartaekspres.com

Bupati Karawang Raih Anugerah Aksara Khusus Dari Mendikbud RI


KARAWANG – wartaekspres.com - Kabupaten Karawang menjadi magnet bagi Pemerintah Pusat untuk menjalankan program kerjanya. Terbukti, salah satunya ialah puncak Hari Aksara Internasional (HAI) Ke 50 Tahun 2015 Tingkat Nasional diselenggarakan di Kabupaten Karawang.
 
Dua hari lalu juga bersamaan dilaksanakan HAI Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dasar dipilihnya Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menjadi tuan rumah, karena prestasinya di bidang PNFI, pada umumnya dan penuntasan buta aksara khususnya telah memiliki pola yang bagus dan banyak dicontoh oleh daerah daerah lain, di berbagai provinsi.
 Pada kesempatan HAI 2015 yang dipusatkan di Lapangan Karangpawitan Karawang Barat ini, Bupati Karawang memperoleh Anugerah Aksara Khusus dari Mendikbud RI. Anugerah tersebut diterima Plt Bupati Karawang, dr Cellica Nurrachadiana dan diberikan oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI bersamaan dengan bupati/walikota serta gubernur yang juga meraih Anugerah Keaksaraan dengan kategori lain.
 
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 Oktober hingga 24 Oktober 2015. Sabtu (24/10) merupakan hari puncak. Hadir selain Dirjen PAUD dan Bimas Kemendikbud, perwakilan Unesco Jakarta, pimpinan dan anggotan Komisi X DPR RI, pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemendikbud, Assisten Daerah Bid Kesra mewakili Gubernur Jawa Barat, Serta Sekda Kabupaten Karawang dan pejabat Pemkab Karawang lainnya.
 Dalam peringatan HAI, sebelum acara puncak (dimulai pada 22 Oktober 2015) terdapat beberapa rangkaian kegiatan antara lain :
1.       Talkshow upaya percepatan Penuntasan Buta Aksara di Indonesia di Media Televisi dan Radio
2.       Rakor Evaluasi capaian Program Pendidikan Keaksaraan
3.       Semiloka Penguatan Kemitraan Ditbindiktara dengan Lembaga/Organisasi Mitra
4.       Workshop Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca
5.       Rakor Pengembangan Pendidikan Kesetaraan dan revitalisasi satuan PNF
6.       Festival Taman Bacaan Masyarakat ( TBM)
7.       Pameran Produk Unggulam PKBM dan satuan Pendidikan Nonformal lainnya.
 Pada acara puncak hari ini Sabtu (24/10) telah dilakukan testimony 2 orang mantan warga belajar Pendidikan Keaksaraan Kabupaten Karawang (mewakili 50.000 Orang) yang menulis surat kepada Mendikbud, sekaligus membaca Deklarasi Indonesia Membaca. Pada kesempatan ini juga dilakukan pencanangan Gerakan Indonesia Membaca dan Peluncuran Dapodik PAUD dan Diknas.
 
Berikut ringkasan Sambutan Mendikbud RI Anis Baswedan yang dibacakan Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI menyampaikan, bahwa penurunan angka Buta Aksara dari Tahun 2005 hingga 2014 perlu disyukuri hasilnya, karena berhasil meningkatkan keaksaraan masyarakat secara signifikan. Menurut BPS Indoensia pada tahun 2010 7,54 juta (5,02%), serta pada tahun 2014 terakhir BPS mendata menjadi 5,9 juta sekitar (3,7%).
Tema yang diangkat pada HAI Tingkat Nasional ini ialah Aksara untuk Menumbuhkan Budi Pekerti Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI. Tema ini diambil sebagai upaya untuk mengingatkan kembali dan memperkuat komitmen para pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penuntasan tuna aksara di Indonesia.
 
Dengan diperingati HAI ini, bukti komitmen berkesinambungan terhadap kemajuan pencapaian keaksaraan setiap individu, sebagai kunci Pembangunan Sosial Ekonomi dalam Budaya Damai dan Berkarakter.
Sementara itu, Plt Bupati Karawang dr Cellica memberikan pendapatnya pada konferensi pers. dr Cellica mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dari Mendikbud RI untuk Karawang dijadikan lokasi HAI Tingkat Nasional.
 
Sedikit gambaran di Kabupaten Karawang, sudah sejak 5 (lima) tahun terakhir sudah anggarkan APBD untuk Pendidikan 36%. Untuk Pendidikan itu sudah melebih 16% dari amanat UU yang hanya mengamanatkan 20 %.
Ini sebuah bukti komitmen Pemkab Karawang, di bidang Pendidikan Non Formal, Informal tahun 2014 lalu Karawang terima Penghargaan, karena telah alokasikan Rp. 4 miliar, untuk satu bidang ini saja sudah peroleh Penghargaan dari Dirjen PAUD terbesar ke 2 Se-Indonesia. Tahun ini meningkat dan mungkin pada akhir tahun ini juga akan dapatkan hal serupa.
Ini semua program prioritas yang tepat sasaran, karena untuk kesejahteraan masyarakat guna mencerdaskan anak bangsa. Prestasi merupakan tolok ukur keberhasilan kinerja dari Pemkab Karawang. Maka, ini kepedulian dari Pemkab Karawang kalau bukan Pemkab Pemprov atau Kementrian yang peduli mau siapa lagi? Pendidikan adalah bidang yang harus menjadi paling utama bersamaan dengan infrastruktur dan lainnya. (Red/Humas)
wartaekspres.com