Minggu, 08 November 2015

Penangkapan Sabu Senilai Satu Miliar


PEKANBARU - wartaekspres.com - Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil meringkus seorang pengedar narkotika dan mengamankan 16 paket sabu dengan berat total mencapai satu kilogram atau senilai Rp1 miliar pada, Sabtu dinihari.


"Tim bergerak menyusuri Jalan Soebrantas hingga ke kawasan Sigunggung. Saat pelaku terlihat mengantongi sabu-sabu, petugas langsung meringkusnya," ujar Kapolres.

Dijelaskan, bahwa pelaku berinisial AS (33) itu diamankan setelah petugas melakukan pengintaian. Setelah petugas berhasil mengamati gerak-gerik pelaku selama lebih kurang sepekan. 

Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru dan Polsek Senapelan langsung melakukan upaya penangkapan. Sementara itu saat digeledah, petugas menemukan sabu yang disimpan dalam sejumlah kotak jajan. Kepada petugas, pelaku mengaku membawa barang haram itu atas titipan seorang warga Medan.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Manajemen PT. SOS Permainkan Gaji Karyawan


Nosin, karyawan yang tidak dibayar gajinya
BEKASI - wartaekspers.com - Puluhan karyawan/ti PT. SOS yang bergerak di bidang jasa cleaning service melakuan aksi mogok kerja pada Jum'at (06/10/15) kemarin. Salah satu tuntutan mereka pada pihak managemen PT. SOS, agar membayar gaji teman mereka yang sudah 3 (tiga) bulan bekerja belum dibayar oleh pihak management PT. SOS.

Nosin, salah seorang karyawan PT. SOS mengungkapkan, "Saya merasa dibodohi sama PT. SOS . Sejak bulan Agustus hingga saat ini saya belum digaji. Setiap ditanyakan katanya belum turun dari pusatnya,” ungkapnya Martin, yang juga karyawan PT. SOS yang diperbantukan oleh PT. SOS untuk memback up pekerjaan saat berlangsungnya mogok kerja membenarkan pernyataan teman tersebut.

"Iya benar, dulu juga pernah kerja di sini gaji saya juga sempat tidak dibayar. Tapi setelah saya dipindah kerjakan ke PT. BIL gaji saya baru dibayar, itu juga dicicil,” terang Martin.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Kemendes Gandeng Facebook untuk Promosi Potensi Desa


Kementerian Desa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar
DEMAK – wartaekspres.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus menggiatkan berbagai kegiatan untuk mempromosikan potensi yang ada di desa. Dalam tersebut dilakukan dalam rangka mengembangkan dan menggali potensi desa,
 
Kementerian yang baru lahir di masa pemerintahan Jokowi-JK tersebut juga sudah membangun kerjasama dengan Facebook untuk memasarkan potensi desa agar dikenal dunia.

"Tentu harus dikedepankan dan ditumbuhkembangkan. Saya berharap potensi desa bisa kita pasarkan melalui teknologi," ujar Marwan Jafar di Demak, Jumat (6/11/2015).

Marwan berharap, kerjasama Kemendes dengan Facebook bisa berjalan baik. "Karena memasarkan potensi desa dengan berbasis teknologi bisa lebih cepat untuk dikenal," ujarnya.

Menteri dari PKB itu menjelaskan, bahwa Pemerintah Indonesia sudah berkunjung ke kantor pusat Facebook di kawasan Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Kakak KalmaKatta Dampingi Anais Blusukan Pasar Sentral


Arifin Nurdin berdialog dengan para pedagang di Pasar Sentral Majene
MAJENE – wartaekspres.com - Pasangan calon bupati - calon wakil bupati Majene, Arifin Nurdin - Andi Irfan Sulaeman (Anais), Sabtu (07/11 ) melakukan blusukan ke Pasar Sentral, Majene. Ratusan pedagang Pasar Sentral Majene menyambut antusias kedatangan pasangan calon Anais.
 
Pada blusukan ke Pasar Sentral Majene ini, Anais didampingi tim pemenangan dan sejumlah angggota DPRD Majene, salah satunya, Hj. Nurani Katta yang juga merupakan kakak dari Bupati Majene, Kalma Katta.

Sejak memasuki halaman Pasar Sentral Majene, pasangan Anais langsung disambut antusias para pedagang. Sebagian pedagang berebutan untuk foto bersama sebagian lainnya bersalaman dan langsung berdialog menyampaikan aspirasinya.

Tampak hadir mendampingi Arifin - Andi Irfan antara lain, anggota DPRD Sulbar Risbar Berlian Bachri, anggota DPRD Majene Hj. Nurani Katta, Taswin Kosseng dan A.M. Tandi.

Kehadiran Nurani Katta sempat menyita perhatian warga, pasalnya Nurani yang berasal dari Partai Hanura merupakan saudara kandung dari Bupati Majene Kalma Katta. 

Pada blusukan ini, Arifin dan Andi Irfan membagi diri titik kunjungan dalam pasar. Arifin menyasar mulai penjualan bahan campuran, lods penjual ikan hingga penjualan makanan tradisional Mandar. Sementara Andi Irfan mengitari kios penjualan pakaian, alat pecah belah dan penjualan sembako.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Disindir Alumnus Trisakti, Ahok: Mungkin Dia Kurang Baca


(Foto: kompas.com)

JAKARTA – wartaekspres.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi tudingan antikritik yang disampaikan rekan satu almamaternya di Universitas Trisakti, yang juga melayangkan petisi lewat media sosial untuk menolak Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka.

Dikatakan Ahok, bahwa rekan sealmamaternya tersebut yang bernama John Muhammad kurang mengerti tentang aturan menyampaikan aspirasi di ruang publik. Pasalnya, sebelum diterbitkannya Pergub tersebut, ada aturan yang lebih tinggi untuk mengendalikan unjuk rasa di ruang publik bernama Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Makanya itu adik kelas yang lupa. Mungkin waktu reformasi tahun 1998 adik kelas ini belum begitu ngerti,” ujar Ahok saat dikonfirmasi di Balai Kota Jakarta.

Bahkan, saat itu Ahok mengatakan, kemungkinan besar adik kelasnya yang merupakan lulusan Teknik Arsitektur itu kurang pengetahuan, lantaran kurang membaca kitab perundang-undangan. “Mungkin dia kurang baca atau waktu itu dia masih kecil,” sindirnya.

Dalam akun Facebook-nya, Jhon yang adik kelas Ahok yang juga aktivis 1998 itu menulis surat terbuka tentang kritik terhadap aturan tersebut. John pun mempertanyakan Ahok saat demonstrasi mahasiswa 1998 di kampusnya.

Ahok diketahui merupakan alumni Teknik Geologi Universitas Trisakti, sedangkan Jhon  merupakan lulusan Teknik Arsitektur.

Enggak Usah Ngomong
Basuki Tjahaja Purnama mengatakan enggan mengambil pusing atas kritikan yang dilontarkan rekan satu almamaternya di Universitas Trisakti bernama John Muhammad.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com