Senin, 26 Oktober 2015

Untuk Kawasan Wisata, Nias Pelu Grand Design Pembangunan


Marinus Gea. Foto: IndoNias

JAKARTA – wartaekspres.com – Untuk daerah tujuan wisata terkenal, Nias memiliki potensi sangat besar, baik dalam skala nasional maupun internasional. Dalam membangun Nias harus melalui program pembangunan berskala nasional, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh kabupaten dan kota yang ada di sana. Sebab pasti terkendala dalam anggaran pembangunan yang terbatas.

Demikian dikatakan anggota Komisi I DPR-RI yang juga Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Marinus Gea, SE, M.Ak, kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Bisa saja kabupaten dan kota yang ada di Kepulauan Nias membangun sesuai selera masing-masing, tapi hasilnya pasti terbatas. Sementara kalau dibuat grand design oleh lima kepala daerah yang ada, dan grand design itu saling terkait antara satu daerah dengan lainnya, maka akan menjadi program pembangunan nasional, sehingga alokasi dana pembangunan dari pemerintah pusat bisa lebih besar,” ujarnya.

Lebih lanjut Marinus menjelaskan, maksud dari grand design atau kerangka besar pembangunan yang saling terkait antara satu daerah dengan daerah lainnya. Dia mencontohkan Pulau Bali yang sejak lama menjadi destinasi wisata dunia.

Menurutnya, pariwisata Pulau Bali bisa maju pesat karena pembangunannya berwawasan jauh ke depan. Beragam obyek wisata tersebar di seluruh Bali dengan ciri khas masing-masing, sehingga wisatawan “dipaksa” untuk berkeliling Bali jika ingin melihat obyek-obyek wisata itu.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Anggota DPR Perempuan Terpergok Sekamar Dengan Anggota TNI


Arzetti Bilbina. (Foto: kapanlagi)
MALANG – wartaekspres.com – Anggota DPR perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa berinisial AB, dikabarkan tepergok sedang berduaan di kamar Hotel Arjuna di Lawang, Kabupaten Malang, bersama seorang anggota TNI. Penggerebekan dilakukan oleh anggota Denpom Divisi Infantri 2 Kostrad.

"Ada (penggerebekan) tapi saya tidak tahu. Saya sendiri tidak paham siapa dan dari mana. Kejadiannya kemarin siang, sangat cepat," kata Manajer Hotel Arjuna, Sri Oli I, Jalan Dokter Wahidin Lawang, Kabupaten Malang, Senin (26/10).

Hotel kelas melati ini berlokasi di jalur Surabaya-Malang, Lawang, Malang. Sri mengaku tidak tahu tentang siapa orang-orang yang datang ke hotelnya, karena mereka tidak mengenakan atribut aparat keamanan. Hanya saja menurut dia, ada beberapa orang yang mengenakan celana pendek.

Saat diminta menunjukkan buku tamu, Sri menolak memberikan. Dia mengaku data pengunjung sempat diminta oleh petugas melakukan penggerebekan.

Ketika wartawan mendatangi Markas Komando Denpom V/3 Brawijaya Kota Malang untuk mengkonfirmasi kabar itu. Namun tidak ada yang dapat memberikan keterangan resmi. Petugas jaga mengatakan kalau sedang ada rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan.
 
Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Nelayan Di Nias Keluhkan Dampak Kabut Asap


Loan Tan (Nelayan)
GUNUNGSITOLI – wartaekspres.com – Sejumlah nelayan di Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, Senin (26/10), mengeluhkan pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah perairan Kepulauan Nias. Dimana tebalnya kabut asap berdampak pada hasil tangkap ikan nelayan, dan juga mengakibatkan penghasilan nelayan berkurang.
 
Kepada wartaekspres.com, Loan Tan salah seorang nelayan, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kinerja pemerintah pusat dalam menangani bencana kabut asap. 

“Kabut asap ini bencana bagi kami nelayan di Nias, dimana hasil tangkapan ikan kami menjadi sangat berkurang dari biasanya,” ungkapnya.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Minggu, 25 Oktober 2015

Yayasan Pena Gelar Sunatan Masal, Berbagi Untuk Negeri


Yayasan Pena, adakan sunatan masal Berbagi Untuk Negeri di Desa Negara Padang, Serang
SERANG – wartaekspres.com - Tanggal 10 Muharan identik dengan anak yatim piatu, bahkan dikatakan sebagai Hari Lebaran Anak Yatim Piatu. Di berbagai daerah acara 10 Muharam digelar dengan mengadakan sunatan masal. Di mana hari tersebut merupakan kesempatan yang paling baik bagi orang yang mampu untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piati

Tidak ketinggalan, Yayasan Peduli Anak Indonesia (Pena) yang diketuai oleh Erna Sntoso memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi kebahagiaan dengan menggelar Sunatan Masal bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu dan anak yatim piatu, di daerah Nagara Padang Serang, Banten.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa arti ternama yang merupkan penggerak Yayasan Pena di antara Maya Angelina, Rama, Jose Choa Linge dan artis lainnya

Rombongan berangkat  dari Jakarta pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2015 mengunakan bus. Kunjungan pertama ke Desa Batu Nunggal, di sana rombongan membagikan bingkisan dan satunan kepada anak-anak yatim piatu.
Selanjutnya ke Desa Negara Padang Serang, tepatnya di kediaman KH. Sukarta, tempat diadakanya Sunatan Masal bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dan anak yatim piatu.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com

Pansus Kabut Asap Merupakan Kebutuhan Mendesak


Foto: Tri Aljumanto/detikcom

JAKARTA - wartaekspres.com - Kebutuhan untuk membentuk Pansus Kabut Asap oleh DPR dirasa sangat mendesak. Pasalnya, Pansus Kabut Asap inilah yang bisa berperan penting untuk mengungkap siapa sebenarnya mafia pembakar lahan yang mengakibatkan jutaan rakyat Indonesia menderita karena kabut asap.

"Saya mendukung ide untuk membentuk Pansus Asap lintas komisi. Tujuannya adanya perbaikan secara menyeluruh manajemen pencegahan dan penanggulangan kebakaran, memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk penegakan hukum secara tegas baik administrasi, perdata maupun pidana kepada perusahaan-perusahaan perkebunan, Pemegang HPH,HTI yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan," kata anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, Senin (26/10/2015), sebagaimana dikutip detiknews.

Baca selengkapnya di www.wartaekspres.com