Senin, 22 Agustus 2016

Jajaran Forkopimda Demak Mancing Bersama Wartawan




DEMAK – wartaekspres.com – Kawasan pinggiran Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak tepatnya di Kantor Pengadilan Negeri Demak, digunakan Dandim Demak, Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P bersama Unsur Forkopimda Demak, bergabung dengan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Demak. Lokasi kolam pemancingan yang cukup asri dan jauh dari lalu lalang kendaraan ini, digunakan untuk saling berkomunikasi satu sama lain, dengan sarana memancing bersama.

Dalam acara yang penuh kekeluargaan tersebut para Unsur Forkopimda Demak dan anggota PWI Demak saling mengadu keterampilan memancing 50 kilo gram ikan yang sengaja dilepas di kolam yang berlokasi di area Kantor PN Demak.

"Kegiatan mancing ini sangat bagus untuk menjalin hubungan tali silaturrahmi, guyub, rukun, antara wartawan dengan unsur pemerintahan Kabupaten Demak dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Disamping, menghilangkan kejenuhan atau refreshing atas kegiatan rutinitas yang biasa dilaksanakan para wartawan dalam memburu berita," kata Bupati Demak H.M Natsir, Sabtu (20/08/2016).

Menurut Bupati Demak, pihaknya berharap kegiatan mancing seperti ini bisa dilaksanakan lembaga lainnya baik Pemkab Demak, pihak TNI/Polri atau lembaga pemerintah maupun swasta lainnya dalam membangun hubungan kemitraan.

"Meski saya pribadi tidak terbiasa memancing. Tapi saya sangat senang dengan adanya kegiatan semacam ini, menambah keguyuban sesama insan pers bersama unsur Forkopimda Demak," katanya.

Sukma, salah satu anggota PWI Perwakilan Demak menambahkan, kegiatan mancing bersama sangat positif dalam menjalin keakraban dan wahana refreshing pikiran aktivitas para wartawan maupun aparat Pemda Demak dalam melaksanakan tugasnya.

"Kegiatan mancing ini sangat positif, selain menumbuhkan kebersamaan juga membuat otak santai," kata wartawan MNCTV ini.

Komandan Kodim 0617 Majalengka, Letkol (Inf) Nanang T.T Wibisono S.A.P didampingi Dan Unit Kodim, Lettu (Inf) Tulodo mengatakan, kegiatan mancing bersama wartawan dengan Pemda Demak dalam rangka meningkatkan tali silahturahmi antara Aparat dengan insan pers di Demak yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Pihaknya berharap dengan adanya mancing ini dilakukan dapat terus mempererat hubungan yang harmonis antara insan pers bersama aparat Pemda dan masyarakat.

"Acara mancing bersama yang digelar di kolam pemancingan di area Pengadilan Negeri Demak ini dalam rangkaian peringatan HUT ke-71 RI. Kemitraan dan silaturahmi tidak hanya dalam ikatan kerja profesional namun dengan acara informal seperti mancing bisa mendekatkan tali kekeluargaan," kata Dandim. (Pendim 0716/Demak)

Bupati Karawang Pimpin Upacara Peringatan HUT RI Ke-71



KARAWANG – wartaekspres.com - Upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tingkat Kabupaten Karawang dipimpin langsung oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana yang bertempat di Lapangan Karawangpawitan Karawang, pada Rabu (17/8).

Bupati Karawang sebagai Inspektur Upacara menyampaikan amanat, bahwa sejarah perjuangan para pejuang bangsa dan pahlawan di dalam mencapai cita-cita kemerdekaan harus selalu dikenang dan diingat untuk mendorong dan memotivasi dalam melaksanakan pembagunan sebagai wujudnyata meneruskan cita-cita para pejuang kemerdekaan tersebut.

“Wujudnyata tersebut harus sesuai dengan tugas dan pengabdian kita masing-masing, baik dijajaran pemerintahan maupun masyarakat sesuai kapasitas, kewenangan  dan kemampuan yang kita miliki,” ungkap Cellica.
Selanjutnya, momentum Peringatan Hari Ulang Tahun  Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 tahun 2016 dapat menyadarkan semua untuk bersatu dalam satu tekad menjadikan Indonesia sebagai negara yang yang dicintai rakyatnya dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia serta memberikan keamanan dan kenyamanan serta kesejahteraan bagi seluruh warga masyarakat di strata sosial manapun kita berada
Bupati Karawang juga mengajak kepada seluruh para aparatur dan masyarakat untuk bergandeng tangan secara bersama-sama agar bekerja keras untuk dapat mensukseskan pembangunan di Kabupaten Karawang.
“Karena itu modal kebersamaan dan kerja keraslah kita akan dapat meraih cita-cita kita mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam bingkai Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofuur, negara yang adil dan makmur serta ada dalam ridlo dan ampunan Allah SWT,” pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan Pembacaan UUD 1945 oleh Kepala Kejari Karawang, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua Pengadilan Negeri Karawang dan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang.
Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, S.Ag, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Forkominda Kabupaten Karawang, Sekertaris Daerah Kabupaten Karawang beserta staf ahli dan asisten, para Kepala OPD serta para Camat. (Red/Humas)

Asda Setda Kabupaten Karawang Buka DiklatT PIM IV Angkatan III Tahun 2016



KARAWANG – wartaekspres.com - Pendidikan dan Pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil merupakan realisasi dari kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Karawang dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.

Guna mewujudkan hal tersebut, diselenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Karawang dan dibuka secara resmi oleh Bupati Karawang yang diwakilkan kepada Asisten Administrasi Setda Kabupaten Karawang H. Ramon Wibawa Laksana, bertempat di kampus Diklat Karang Indah Karawang, pada Senin (22/8).

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Karawang menyampaikan, bahwa dengan diselenggarakannya Diklatpim Tingkat IV dapat membentuk figur aparatur pemerintah yang cerdas, terampil, jujur, bersih dan mampu memahami dan mengaplikasikan tugas fokok dan fungsinya, juga sadar akan tanggung jawabnya.

“PNS sebagai unsur SDM aparatur negara, mempunyai peran dan fungsi yang strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan roda pemerintahan, peningkatan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam upaya membentuk sosok aparatur negara, maka  perlu melakukan pembinaan, salah satunya melalui jalur pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklatpim), yang mengarah pada upaya antara lain (1) peningkatan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, (2) peningkatan kompetensi teknis manajerial dan kepemimpinan, (3) peningkatan efisiensi, efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerjasama.

Bupati Karawang berharap, kepada seluruh peserta Diklatpim IV untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan ini dengan penuh tanggung jawab.

“Karena hasil dari Diklatpim Tingkat IV ini bermanfaat sebagai bekal untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas saudara, sebagai salah satu syarat formal untuk menduduki jabatan struktural, karena pemerintah daerah beserta masyarakat membutuhkan kualifikasi aparatur yang profesional dan proporsional sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing,” pungkasnya.

Diklat ini dimulai dari Tanggal 22 Agustus sampai 22 Desember 2016, yang diikuti oleh 30 peserta dari masing-masing SKPD di lingkup pemerintah Kabupaten Karawang, hal ini disampaikan oleh Kepala BKD Kabupaten Karawang Hariyanto.

Pada kesempatan tersebut, hadir perwakilan dari Bandiklatda Provinsi Jawa Barat, Kepala BKD Kabupaten Karawang, Kepala Inspektorat Kabupaten Karawang. (Red/Humas)

Minggu, 21 Agustus 2016

Carut Marut Swakelola TPST Bantar Gebang Cermin Dinas Kebersihan Pemprov DKI



Lokasi swakelola TPST Bantar Gebang saat ini
BEKASI – wartaekspres.com - Curat marutnya Swakelola TPST Bantar Gebang Kota Bekasi cermin kinerja Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Jika hal ini tetap dibiarakan, sama saja pembunuhan terhadap warga terdampak di empat kelurahan yang berdampingan dengan TPST Bantar Gebang.

Dinas Kebersihan DKI Jakarta, melakukan penanganan sampah secara "open dumping" yang sudah dilarang sejak tahun 2013 sesuai amanat Undang-undang 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Bahaya lindi (Leachate) menagalir langsung ke media kali. Lindi atau air sampah dari gunung-gunung sampah TPA Bantar Gebang sebagian besar mengalir langsung ke Kali Ciketing dan Ciketingilir. Semakin banyak mengalir ketika saat hujan. Maka berbahaya sekali dan merupakan ancaman riil bagi masyarakat terdampak sekitarnya. Akibat dirusaknya lingkungan hidup melalui kedua sungai tersebut, dapat merusak kesehatan warga sekitar yang nantinya dapat merenggut nyawa.

Menanggapi Swakelola TPST Bantar Gebang, Direktur Walhi Jakarta, Puput TD Putra mengatakan, bahwa kinerja Dinas Kebersihan Pemprov DKI perlu dievaluasi. Pertama, apakah mereka benar-benar sudah menjalankan tugasnya sesuai tupoksinya, yang mampu menangani pekerjaannya dengan baik dan benar, kemudian TPST Bantar Gebang setelah diambil alih oleh pihak Pemprov DKI kami melihat penanganannya kurang memadai dan kerjanya terkesan tidak tersistem dengan baik. Dampaknya bahaya sampah dapat menimbulkan korban jiwa bagi warga sekitarnya.

Puput menambahkan, kami juga menilai rasanya perlu dievaluasi dan dipantau kinerja Dinas Kebersihan, yakni apakah sudah sesuai dengan regulasi yang ada saat ini dan tidak bertabrakan antara regulasi pemda dan pemerintah pusat? Dalam pengolahan budget anggaran juga harus dikontrol dan dievaluasi, tegasnya  kepada wartaekspres.com.

Demikian juga tanggapan Riza V. Tjahjadi, aktivis Senior Wahana Lingkungan Hidup Jakarta mengatakan, setelah satu bulan pengelolaan TPST Bantar Gebang yang terkesan dipaksakan menjadi Swakelola oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta, berdampak fatal. Perencanaan tidak rinci, dan terukur, meskipun sudah canggih alat yang dipasang untuk pantau pergerakan truk sampah (tujuannya untuk pantau pergerakan truk dan dibanding konsumsi BBM-nya). Sudah berhari-hari sampah di DKI Jakarta bertumpuk di mana-mana.
Carut-marutnya pengolahan sampah DKI Jakarta di TPST Bantar Gebang, menimbulkan kecurigaan, adanya dugaan pengampangan pemakaian anggaran oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Riza V. Tjahjadi meminta, DPRD DKI Jakarta harus pantau pengeluaran biaya-biaya sejak penetapan swakelola serta pos anggaran mana sajakah yang dipakai Dinas Kebersihan, berapa besarannya, apa legalitasnya.

Riza V. Tjahjadi memaparkan, baru satu bulan TPST Bantar Gebang beralih fungsi menjadi Swakelola oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta, sudah menimbulkan sampah di DKI Jakarta menumpuk dan berbau tak sedap. Terlihat parkir dan antrian truk orange di beberapa daerah di DKI Jakarta yang hingga menimbulkan kemacetan, di antaranya, di Kalibata dekat Kompleks DPR DKI Jakarta. Di sana tampak kemacetan lalu lintas karena jalan tertutup akibat parkir truk sampah itu. Terlihat dengan jelas beberapa truk orange menunggu antrian untuk menuju ke TPST Bantar Gebang, tegasnya kepada wartawan.

“Tetapi mengherankan, wakil rakyat yang bermukim di Kompleks DPR RI Kalibata tak terdengar protesnya,” ujar Riza V. Tjahjadi dengan nada bertanya ketika diwawancara wartaekspres.com. (Wandri.HS)